BESTTANGSEL.COM, Jakarta – Di saat gaya hidup sehat semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban, terutama kalangan muda, pelaku industri kuliner dituntut menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pasar tanpa menghilangkan unsur kenikmatan. Melihat perubahan tersebut, Humble Baker meluncurkan donat gandum yang menggabungkan cita rasa donat klasik dengan pendekatan yang lebih sehat.
Bagi CEO Humble Baker, Ibnu Pratama, produk terbaru ini bukan sekadar menambah variasi menu, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam membaca arah perubahan perilaku konsumen yang kini semakin peduli terhadap kandungan nutrisi makanan.
“Penggemar donat di Indonesia sangat banyak. Kami ingin menghadirkan kembali memori masa kecil saat menikmati donat klasik, tetapi dengan pilihan yang lebih baik dan lebih sehat. Karena itu kami menghadirkan donat berbahan gandum, tanpa mengurangi cita rasa yang enak dan familiar,” ujar Ibnu di sela launching Donat Gandum Humble Baker di kawasan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).
Menurutnya, pasar makanan saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan rasa dan harga. Konsumen mulai memperhatikan kandungan serat, kadar gula, hingga dampak makanan terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Karena itu, Humble Baker memilih menggunakan tepung gandum sebagai bahan utama produk terbarunya. Selain menawarkan kandungan serat yang lebih tinggi, donat tersebut juga memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis.
“Biasanya donat identik dengan tepung dan gula. Sekarang kami memberikan pilihan baru, yaitu donat yang tetap lezat tetapi mengandung gandum dan memiliki kadar gula yang lebih rendah. Jadi masyarakat bisa bernostalgia menikmati donat tanpa merasa terlalu bersalah,” katanya.
Perubahan tren konsumen ini pula yang membuat Humble Baker optimistis terhadap prospek bisnis produk tersebut. Tingginya minat pelanggan bahkan membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan donat gandum menjadi lini usaha tersendiri di masa mendatang.
“Saat ini fokus kami adalah memenuhi permintaan pelanggan yang cukup tinggi terhadap donat gandum. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan konsep ini berdiri sendiri dengan toko khusus donat gandum,” ungkap Ibnu.
Selain inovasi produk, Humble Baker juga menyiapkan ekspansi bisnis dengan membuka kembali gerai yang telah direnovasi di Bekasi pada bulan depan serta menyiapkan sejumlah lokasi baru untuk memperluas jangkauan pasar.
Peluncuran donat gandum juga mendapat respons positif dari Deddy Corbuzier yang dikenal sebagai figur publik dengan gaya hidup sehat dan disiplin dalam menjaga pola makan.
Deddy mengaku selama ini jarang mengonsumsi donat karena selalu memperhitungkan asupan kalori dan gula yang masuk ke tubuhnya.
“Saya biasanya ngukur kalori, ngukur gula, dan sebagainya. Jadi jarang sekali makan donat. Paling seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali,” ujarnya.
Namun menurutnya, inovasi yang dilakukan Humble Baker menunjukkan bahwa industri makanan kini mulai mencari titik temu antara kenikmatan dan kesehatan.
“Kalau ada donat dari gandum, rasa bersalahnya lebih berkurang. Bukan berarti ini makanan sehat sepenuhnya, tetapi lebih ke less guilty. Jadi makan dengan rasa bersalah yang lebih sedikit,” kata Deddy.
Meski memberikan apresiasi, ia mengingatkan bahwa pola hidup sehat tetap harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari satu jenis makanan.
“Berani enggak makan donat ini tiap hari? Berani. Tapi yang enggak boleh itu habis makan donat, siangnya makan makanan tinggi kalori lagi, lalu ditutup minuman manis. Itu yang enggak boleh,” tegasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pengamatan Humble Baker terhadap perubahan gaya hidup masyarakat. Ibnu menilai tren kesehatan kini telah berkembang menjadi budaya baru, terutama di kalangan generasi muda.
“Sekarang orang sudah lebih peduli dengan kesehatan. Bahkan tren anak muda berubah, dari nongkrong menjadi olahraga. Orang sekarang lebih bangga menunjukkan aktivitas lari, gym, atau padel. Karena itu kami ingin menghadirkan produk yang tetap nikmat tetapi lebih sesuai dengan gaya hidup sehat,” tuturnya.
Sementara itu, suasana peluncuran produk menjadi lebih hangat dengan kehadiran Azka Corbuzier yang turut mencicipi berbagai varian donat. Berbeda dengan sang ayah yang sangat disiplin menjaga pola makan, Azka mengaku memiliki hubungan yang lebih sederhana dengan makanan favoritnya.
“Kalau makanan biasa saya susah makan banyak. Tapi kalau donat, karena enak dan ukurannya kecil, bisa makan lebih banyak,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Deddy sendiri, keseimbangan tetap menjadi prinsip utama dalam menjalani hidup sehat. Ia bahkan menerapkan budaya olahraga sebagai bagian dari kehidupan keluarga.
“Di keluarga saya ada aturan, enggak nge-gym, enggak makan. Jadi semua harus olahraga. Saya sendiri rutin gym dan renang, makanan juga dijaga dan dihitung kalorinya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai masyarakat tidak perlu terlalu membatasi diri selama mampu menjaga pola makan secara keseluruhan.
“Boleh makan cheesecake, boleh makan donat, enggak ada masalah. Yang penting mayoritas pola makan kita tetap baik. Jangan bikin hidup susah. Nikmati saja, asal tetap seimbang,” pungkasnya.
Melalui donat gandum, Humble Baker tampaknya tidak hanya menjual produk baru, tetapi juga menawarkan cara baru menikmati camilan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Sebuah langkah bisnis yang mencoba menjembatani dua kebutuhan sekaligus rasa yang akrab dan tuntutan hidup yang semakin sehat. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.