BESTTANGSEL.COM, TANGERANG -Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella typhii yang menginfeksi tubuh manusia. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja dan sangat erat kaitannya dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan.

Sebagai negara dengan wilayah endemis tifoid, setiap tahun kejadian tifoid masih cukup tinggi di Indonesia. Pencegahan demam tifoid dapat diupayakan dengan berbagai cara, antara lain peningkatan higiene dan sanitasi untuk menurunkan insidensi demam tifoid (melalui cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. penyediaan air bersih dan pembuangan, serta pengelolaan sampah), menjaga kebersihan pribadi, dan menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Selain hal-hal yang disebutkan di atas, seseorang juga perlu mendapatkan vaksinasi untuk mencegah demam tifoid. Vaksinasi dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyakit serta sebagai tindakan pertahanan dan perlindungan terbaik terhadap infeksi dan berbagai penyakit. Vaksin tifoid sangat dianjurkan terutama untuk anak usia sekolah, orang dewasa, petugas kuliner yang berhubungan dengan makanan dan minuman, serta wisatawan yang akan bepergian di wilayah endemik demam tifoid.

Memberi wawasan dan pemahaman akan demam Tifoid dan pencegahannya, Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village Tangerang,   menggelar edukasi terkait kesehatan pencernaan bertajuk “Vaksinasi sebagai Salah Satu Cara Pencegahan Demam Tifoid” dengan menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Nata Pratama, Sp.PD, di Lobi Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village, Selasa (27/08/2019).

“Tifoid tidak dapat dianggap remeh, terlebih bila menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh anak cenderung masih lemah dan belum sekuat orang dewasa. Pemberian vaksinasi dapat menjadi salah satu langkah pencegahan demam tifoid. Vaksin tifoid dapat diberikan pada anak sejak usia dua tahun hingga dewasa, dimana dianjurkan untuk diulang setiap tiga tahun. Vaksin tifoid dapat berupa oral ataupun suntikan, dimana untuk di Indonesia saat ini yang beredar adalah suntikan,” ujar dr. Nata Pratama, Sp.PD.

“Vaksin juga bisa diberikan langsung kepada orang dewasa, jadi tidak harus anak-anak. Karena kita tidak tahu daya tahan tubuh seseorang,” imbuh dr. Nata.

Sayangnya, meski sudah sering disosialisasikan pentingnya vaksin Tifoid kepada masyarakat, namun untuk saat ini jenis vaksin tersebut memang belum tercover oleh BPJS Kesehatan.

“Meski begitu, sebenarnya masyarakat mampu untuk melakukan vaksin ini dengan biaya pribadi karena memang tidak mahal, apalagi saat ini di Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village sedang ada promo vaksin Tifoid, hanya dengan membayar 140 rupiah saja, seseorang sudah bisa divaksin Tifoid,” tutup dr. Nata.

Rutin Gelar Edukasi Kesehatan

RSU Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village merupakan pengembangan dan perluasan dari Siloam Hospitals Lippo Village. Berdiri sejak Maret 2012, Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village merupakan rumah sakit umum dengan kapasitas 250 tempat tidur dan berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang terus meningkat.

Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village telah bekerjasama BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, PT Asabri, dan jaminan pemerintah lainnya, dengan jumlah pasien mencapai 600 orang per hari.

Tidak hanya membuka pelayanan kesehatan, Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village, juga rutin menggelar edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan tema yang berbeda-beda.

 

(Asri)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.