BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih, saat menggelar diskusi publik tentang “Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu dari Perspektif Keilmuan” mengatakan bahwa kematian lebih dari 580 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang terjadi di seluruh Indonesia bukan lantaran kelelahan, melainkan karena penyakit yang sudah dideritanya.

“Menghadapi kasus kematian mendadak dalam jumlah besar dalam kurun waktu yang singkat IDI berpendapat bahwa kelelahan bukanlah penyebab langsung kematian, namun dapat jadi salah satu faktor pemicu atau trigger sebab kematian,” kata Daeng, Senin (13/5/2019).

Lengkapnya beliau menjelaskan bahwa petugas KPPS yang menjadi korban meninggal telah memiliki penyakit sebelumnya, sehingga saat mendapatkan pekerjaan yang berat hingga kelelahan memicu atau memperberat untuk menjadi penyakit tertentu. “Kelelahan hanya pemicunya, penyakit yang dideritanya yang menyebabkan kematian,” imbuhnya.

Hadir sebagai nara sumber dalam diskusi tersebut, Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Tri Hesty Widyastoeti mengatakan bahwa hasil rekam medis kematian petugas KPPS tersebut paling banyak disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke.

Sementara ahli penyakit dalam Prof Zubairi Djoerban Sp.PD, KHOM menyebutkan bahwa faktor kelelahan, dehidrasi, dan stress dapat memicu terjadinya serangan jantung dan stroke yang bisa menyebabkan kematian. Namun Prof Zubairi menegaskan hal tersebut bukanlah faktor tunggal, melainkan ada faktor-faktor lainnya yang memperparah penyakit.

Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih mendalam untuk memastikan apa penyebab kematian petugas KPPS. “Hal ini untuk menepis hoax yang saat ini berseliweran,” tandasnya.

Usai acara, Daeng Faqih menegaskan IDI sebagai organisasi profesi siap membantu semua pihak yang berwenang dan bertanggung jawab untuk melakukan penelitian mendalam dan atau investigasi yang objektif dan berbasis keilmuan terhadap kejadian kematian petugas KPPS tersebut.
“Jika memang ditemukan kejanggalan segera laporkan dan minta permohonan investigasi,” pungkas Daeng.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.