BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-  Martha Saphira dari prodi Informatika, Abraham Galih Prakosa dari prodi Sistem Informasi, Jong Yodananta dari prodi Manajemen, Halina Balkis dari prodi Akuntantsi, Audrey dari prodi Film, Veronica Dian Sari dari prodi Teknik Komputer, Achelia Setiani dari prodi Desain Komunikasi Visual, dan Jesslyn Tanmas dari prodi Ilmu Komunikasi, adalah 8 wisudawan ke XV Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang mendapat predikat lulusan terbaik. Salah satu dari mereka, Martha Saphira sukses meraih IPK dengan nilai tertinggi, 3.99.

Selain lulusan terbaik, di wisuda kali ini UMN juga meluluskan satu orang mahasiswa dengan predikat Cendekia Oetama, Ryan Soecipto. Ryan adalah mahasiswa dari prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) UMN. Ryan dinilai sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan selama kuliah.

Dalam kegiatannya tersebut, Ryan menggunakan desain untuk berkontribusi pada masyarakat dengan menginisiasi gerakan non-profit, ‘Social Designee’. Kini, ia memiliki dua bisnis yang bergerak di isu lingkungan sosial, yaitu ‘Social Storee’ dan ‘Wilah’ yang diinkubasi oleh Skystar Ventures. Motivasinya mengembangkan bisnis di bidang sosial adalah untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Saya mencoba mengajak masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa untuk lebih memahami masalah sampah, dengan melakukan sosialisasi bagaimana cara memilah sampah melalui kartu yang saya buat dengan design yang menarik dan edukatif. Dari uji coba pada 1 kampung di Tangerang, kini saya dan teman-teman sudah mensosialisasikannya di 8 kampung,” tutur Ryan, di sela Wisuda Ke-XV UMN yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD-Tangerang pada Sabtu (29/6).

Lanjut Ryan, “Menurut saya ketika sudah masuk usia kerja (17 tahun ke atas), maka setiap orang baik lulusan SD, SMP, SMA, atau pun Sarjana pasti akan bekerja. Rasanya tidak adil kalau saya yang bisa berkesempatan mengemban gelar Sarjana bersaing mencari kerja dengan teman-teman yang belum berkesempatan. Saya berharap dengan gelar Sarjana ini, saya bisa mengembangkan kewirausahaan sosial (sociopreneur) dan membuka lapangan pekerjaan untuk setidaknya 20 orang. Nanti kalau bisa dapat gelar Magister atau Doktor, jumlah lapangan pekerjaannya bisa ditingkatkan.”

Sementara itu, wisudawan terbaik UMN Martha Saphira mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini secara tidak langsung telah berkontribusi dalam era maha data.

“Sebagai generasi muda yang merasakan kemajuan teknologi yang sangat cepat, secara tidak langsung kita telah berkontribusi dalam era maha data. Namun, sebagai seseorang di bidang IT tentu penting untuk berkontribusi dan tetap up-to-date dengan isu terbaru di bidang teknologi,” ungkap Martha lulusan program studi (prodi) Informatika UMN yang kini sudah bekerja sebagai software engineer di start-up Mobilepulsa.

Semasa kuliah, Martha aktif mengikuti berbagai kepanitiaan dan organisasi untuk mengembangkan soft skill. Ia juga menjadi asisten laboratorium Informatika UMN. Menurutnya, mahasiswa UMN perlu memanfaatkan berbagai kegiatan untuk mengembangkan soft skill yang nantinya bermanfaat di dunia kerja.

Pembelajaran Kolaboratif

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terus berupaya membentuk lulusan yang memiliki jiwa pembelajar sepanjang hayat (long life learner) agar lulusannya cakap di dunia kerja. Untuk itu, UMN sudah menerapkan metode pembelajaran yang kolaboratif.

Sebanyak 381 mahasiswa diluluskan pada seremoni Wisuda XV UMN. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan berwirausaha sebelum diwisuda.

“Pengetahuan yang diperoleh di kampus sebagai pijakan atau modal untuk menguasai pengetahuan dan kecakapan yang dibutuhkan di dunia kerja. UMN sudah menerapkan metode pembelajaran yang kolaboratif untuk membiasakan calon lulusan bekerja dalam tim, menyelesaikan problem bersama dengan jiwa trouble shooter dan problem solver yang inovatif,” jelas Rektor UMN, Ninok Leksono.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.