BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Mochammad Khamim Setiawan (28), warga Wonopringgo Pekalongan Jawa Tengah ini sontak jadi buah bibir. Pemuda yang nekad berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji ini, telah sampai di Mekah dan siap melaksanakan rukun Islam yang ke lima.

Kepada besttangsel.com, Mahmudah, kerabat Khamim yang menetap di Tangerang Selatan menyatakan rasa bangganya kepada Khamim.

“Khamim itu bukan pemuda sembarangan, dia lulusan dari fakultas ekonomi universitas negeri di Semarang. Kakeknya Thamim adalah Ketua Koperasi Batik di Wonopringgo Pekalongan, sedangkan ibunya Sri Yulita sudah meninggal,” tutur Mahmudah.

Mahmudah yang pernah satu sekolah dengan almarhumah Sri Yulita, ibundanya Khamim juga menceritakan keseharian keluarga Khamim.

“Masyarakat Wonopringgo sangatlah mementingkan pendidikan agama. Kami selalu mengajarkan anak-anak untuk selalu menjalankan perintah agama, termasuk keluarga Khamim. Yang paling berkesan adalah saat menghadiri pengajian, karena di pengajian itu kami bisa bertemu dengan seluruh warga Wonopringgo,” ujar Mahmudah.

Perjalanan Khamim dimulai sejak 28 Agustus 2016. Dengan niat Bismillah dia memulai perjalanan itu untuk menempuh jarak kira-kira 9.000 kilometer, dan pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sesuai kalender Indonesia, Hari Raya Idul Adha bertepatan pada 1 September 2017. Khamim menargetkan tiba di Kota Mekah pada 30 Agustus 2017 atau sebelum wukuf. Namun atas kebesaran Allah SWT, Khamim tiba di Mekah pada 27 Juli 2017, lebih cepat dari perkiraannya.

Khamim yang rutin menjalankan puasa Dawud selama perjalanannya, kini menjadi pemuda kebanggaan layaknya seorang pejuang. “Bangga dong, karena Khamim kini masyarakat dunia tahu desa Wonopringgo Pekalongan, desa penghasil batik yang masyarakatnya sangat rukun dan damai,” pungkas Mahmudah.

 

ashri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.