BESTTANGSEL.COM, PAMULANG- Covid-19 masih menjadi suatu topik pembahasan di seluruh dunia baik dari media sosial, media elektronik maupun media massa lainnya karena dampaknya sungguh sangat luar biasa yang berimbas pada semua sektor kehidupan di muka bumi ini. Semua saling beradaptasi, menyesuaikan dengan keadaan dimana perubahan sosial menjadi suatu hal yang mutlak dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Sudah hampir 7 Bulan ini pemerintah dan seluruh masyarakat terus berupaya mengatasinya dengan berbagai macam upaya mematuhi protokol kesehatan. Data menunjukkan bahwa kecenderungan jumlah masyarakatat yang terpapar Covid-19 setiap hari semakin bertambah. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah melalui berbagai kebijakan baik kebijakan penanganannya maupun usaha untuk memutus mata rantai penyebabnya. Upaya tersebut misalnya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Work From Home (WFH), meliburkan sekolah namun tetap belajar secara online, maupun kebijakan kegiatan lain di tempat umum atau area publik.

Kebijakan yang mendesak saat ini adalah kebijakan dalam memutus mata rantainya melalui social distancing dan physical distancing yang semua itu belum berjalan sepenuhnya. Hal ini yang mengakibatkan penyebarannya terus bertambah setiap harinya, untuk itu dibutuhkan ketegasan dan kedisiplinan yang tinggi dalam implementasinya.

Kecenderungan masyarakat melakukan pelanggaran diakibatkan oleh adanya kebiasaan-kebiasaan yang sudah mereka lakukan, misalnya terbiasa berkumpul, bergerombol, melakukan interaksi sosial dan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa masyarakat masih belum siap menjalankan dan beradaptasi dengan kebijakan protokol kesehatan di masa pandemik Covid-19.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat menganggap tidak dapat hidup sendiri, memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan tentunya membutuhkan bantuan orang lain. Mereka cenderung menginginkan komunikasi, interaksi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya atau berinteraksi sosial karena manusia memang tidak bisa lepas dari berhubungan dengan orang lain. Akibat dari kebijakan pembatasan sosial berskala besar ini dapat berdampak positif, tapi juga dapat berdampak negative salah satunya yaitu dapat menimbulkan tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia.

Lalu bagaimana caranya untuk menjaga hubungan yang harmonis sebagai individu dan makhluk sosial di masa pandemic Covid-19 ini? Berikut ada tiga hal yang mungkin bisa dilakukan, yaitu: 1. Awareness (kesadaran), dengan memiliki kesadaran tentu masyarakat akan paham bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk kepentingan bersama dan wajib dipatuhi, sadar bahwa pembatasan sosial harus dilakukan untuk memutus mata rantainya.

2. Social Support, diartikan sebagai informasi verbal atau non verbal, saran, bantuan nyata atau tingkah laku yang diberikan, ataupun dukungan kepada para tenaga medis maupun korban suspek Covid-19.

3. Guidance (bimbingan), masyarakat perlu sekali diarahkan dan dibimbing, menerima sosialisasi yang benar, mendapatkan informasi yang sesuai dengan fakta perkembangan Covid-19 saat ini agar tidak termakan berita yang tidak benar.

Dukungan terhadap pasien Covid-19 sangat dibutuhkan terutama dukungan moral karena hal ini dapat membuat mereka terhindar dari stress, sehingga dapat meningkatkan optimistis pasien agar cepat sembuh. Begitu juga anggota keluarganya, mereka harus diberikan dukungan moral meskipun salah satu anggota keluarganya terpapar virus ini, karena belum tentu mereka ikut terpapar juga.

Namun sebagai antisipasi wajib menjalankan anjuran pemerintah untuk melakukan tes swab. Kecenderungan masyarakat untuk melakukan pembatasan diri terhadap keluarga korban dapat menimbulkan ketidakharmonisan hubungan sosial kemasyarakatan, hal inilah yang sering terjadi di lingkungan masyarakat kita.

Stigma ketakutan akan tertular virus tersebut begitu melekat di lingkungan masyarakat, sehingga mereka cenderung dijauhi dan kucilkan. Hal inilah yang dapat memicu stress dan depresi bagi keluarga korban yang dapat menganggu harmonisasi hubungan sosial kemasyarakatan. Mereka membutuhkan dorongan, motivasi dan dukungan dari lingkungan masyarakat sekitar, bukan dijauhi atau dikucilkan. Salah satu langkah yang tepat adalah ikuti anjuran pemerintah yaitu melakukan isolasi mandiri, sadar akan bahaya virus tersebut, dan masyarakat tetap mendukungnya dengan melakukan hubungan jarak jauh, tidak putus tali silahturahmi. Pergunakan teknologi saat ini untuk berkomunikasi dan bersilahturahmi memberikan dukungan moril dengan mereka melalui berbagai macam aplikasi online. Dukungan kita kepada mereka sangat dibutuhkan agar terjaga harmonisasi hubungan sosial kemasyarakatan.

Masyarakat perlu dibimbing dengan diberikan edukasi yang baik, sosialisasi yang benar, dan diberikan informasi yang up to date terkait perkembangan Covid-19 agar selalu waspada, menjaga pola hidup sehat dan perhatikan interaksi sosial. Pemerintahpun harus transparan terhadap data perkembangan kasus Covid-19 saat ini agar tidak menjadi berita yang simpang siur dan tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan, sehingga penyebarannya dapat dikurangi. Tetap melakukan kegiatan seperti biasanya namun mengikuti protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan pemerintah, wajib mematuhinya dan tetap waspada. Demikian semoga bermanfaat, salam.

Penulis : Ading Sunarto, S.E., M.M, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang, Tangsel.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.