BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia selalu berupaya meningkatkan pelayanan bagi seluruh jamaah haji. Untuk memberikan pelayanan maksimal pada pelaksanaa haji tahun 2019, Kemenag memberangkatkan 4.100 Petugas.

“Jumlah jamaah haji Indonesia adalah paling banyak di dunia, yakni sekitar 221 ribu jamaah. Untuk itu kita memerlukan petugas yang banyak juga. Apalagi jamaah haji Indonesia umumnya berusia lanjut dan banyak yang dari pelosok daerah, yang kadang tidak mengerti bahasa Indonesia apalagi bahasa asing seperti Inggris dan Arab,” papar Direktur Bina Haji Kementrian Agama Republik Indonesia Khoirizi H Dasir, di sela kegiatan Orientasi Perhajian Bagi Kasi dan Bidang Kesra Kabupaten/Kota Provinsi Banten, di Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (09/04/2019).

Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie (seragam coklat), saat memberikan plakat kepada Direktur Bina Haji Kemenag RI, Khoirizi H Dasir.

Khoirizi juga mengatakan bahwa jumlah petugas haji juga akan ditambahkan dengan P3JH (Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji) sebanyak 50 orang. “P3JH yang kita bentuk sejak tahun lalu, ternyata membawa dampak positif. Karena mereka akan melakukan pertolongan pertama pada jamaah yang tiba-tiba pingsan di jalan, tersesat dan lain sebagainya. Petugas P3JH tentunya kami bekali dengan perlengkapan medis, seperti tandu, dan obat-obatan untuk pertolongan pertama,” ungkap Khoirizi.

Meski persiapan pelayanan telah di antisipasi Kemenag, Khoirizi berharap para Kasi dan Kesra haji daerah tetap melakukan pembinaan bagi calon jamaah haji, khususnya pembinaan kesehatan. “Idealnya 9 bulan sebelum keberangkatan telah dilakukan pembinaan kesehatan calon jamaah,” tambah Khoirizi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Tangerang Selatan, H. Benyamin Davnie, menegaskan bahwa sinergitas antara lembaga pemerintahan daerah dengan kementerian agama sangat penting dilakukan, untuk menjamin kenyamanan para jamaah haji.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berpesan agar para jamaah haji khususnya yang dari Tangerang Selatan untuk memanfaatkan waktu ibadah semaksimal mungkin. “Pergi haji nunggunya dengan waktu yang lama, jangan sampai di sana malah ibadahnya banyak di hotel, kalau bisa banyak iktikaf di masjid, agar betul-betul terasa ibadahnya,” tutup Benyamin.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.