BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Berpuasa bukanlah alasan untuk tidak berolahraga. Aktivitas fisik yang dilakukan pada waktu yang tepat bisa membuat tubuh tetap fit dan bugar, meski sedang berpuasa.

Bagi orang yang olahraga menjadi rutinas sehari-hari dilakukan di luar bulan puasa, maka penting untuk tetap menjaga rutinitas ini di saat bulan Ramadhan karena akan mempengaruhi massa otot yang selama ini sudah dibentuk.

Lalu kapan waktu terbaik untuk berolahraga? Zhiya Maulana, fitnes enthusiast berbagi tipsnya saat olahraga virtual bertajuk Sehat & Bugar Bersama Herbalife Nutriotion, Kamis (29/4/2021), dengan panelis Muhammad Fadly Imammuddin, Atlet Cycling.

Personal triner fitness ini tidak memungkiri bahwa pada bulan puasa ini kita bisa kehilangan massa otot. Kondisi ini, menurutnya, berdampak negatif untuk kesehatan dan peforma manusia.

“Karena itu, untuk mempertahan massa otot kita tetap harus latihan beban. Latihan beban atau angkat beban tidak harus di pusat kebugaran. Bisa juga dilakukan di rumah dengan alat seadanya ataupun berat badan sendiri,” kata pelatihan kebugaran yang banyak meraih penghargaan ini.

Yang menjadi pertanyaan, kapan waktu yang tepat untuk berolahraga di bulan puasa? Zhiya yang kerap menjuarai berbagai kompetisi kebugaran ini membocorkan rahasianya agar kita tetap sehat dan bugar.

“Waktu yang baik untuk berolahraga adalah di pagi hari pada jam 6 sampai jam 8. Mengapa di jam ini dianggap baik karena energi masih penuh saat sahur. Tubuh juga masih terhidrasi dengan baik,” jelas lelaki kelahiran Jakarta, 15 Januari 1996, ini.

Meski demikian, Zhiya menyampaikan berolahraga di waktu pagi hari juga ada kekurangannya. Yaitu selesai berolahraga kita mau tidak mau harus menahan dahaga. Selain itu, perfoma tubuh juga menurun karena selama berolahraga tidak bisa menghidrasi tubuh.

Pilihan waktu terbaik lainnya untuk berolahraga selama Ramadan adalah segera setelah atau beberapa jam sebelum berbuka puasa. Dengan demikian, tubuh bisa segera diisi nutrisi dan tenaga kembali secara cepat saat adzan maghrib berkumandang atau waktunya berbuka puasa.

Berolahraga 1 jam sebelum buka puasa memang paling sering direkomendasikan. Karena kita dapat dengan cepat mengisi kembali energi dan cairan yang hilang di waktu berbuka puasa.

Dengan melakukan hal tersebut, kita bisa menikmati manfaat berolahraga dengan perut kosong, yaitu membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Namun, ada lagi waktu yang lebih baik yaitu sesudah berbuka puasa. Karena setelah berbuka puasa badan sudah terisi cukup karbohidrat, protein, dan air. Maka, performa latihan pun terjaga.

Intan Pratiwi Darmawanti, Corporate Communication Manager Herbalife Nutrition Indonesia, mengatakan kegiatan olahraga virtual itu memang sengaja dilakukan untuk mengajak masyarakat tetap sehat dan bugar saat menjalankan ibadah Ramadhan.

“Dipilih waktu kegiatannya juga menjelang berbuka puasa agar cepat melakukan hidrasi saat berbuka. Kami punya beragam pilihan olahraga, ada senam, Zumba, yoga, atau fitnes seperti angkat beban, yang mudah dilakukan di rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga tubuh tetap aktif itu penting untuk menjaga kesehatan. Terlebih olahraga mampu menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes. Juga terbukti mampu menjaga kemampuan kognitif dan meningkatkan mood positif.

Ia menegaskan, pentingnya menerapkan gaya hidup sehat aktif, yaitu cara hidup yang menggabungkan olahraga teratur dan nutrisi yang sehat untuk meningkatkan gaya hidup kita ke arah yang baik.

Ini adalah cara memelihara dan meningkatkan gaya hidup yang berpusat pada kebugaran holistik. Ini terbuka untuk siapa saja – pria dan wanita, tua dan muda.

Gaya hidup sehat aktif bukan hanya dapat mendukung meningkatkan rasa percaya diri, cara mengatur pengelolaan stres tetapi juga dapat membantu kita menjadi lebih baik.  (**)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.