BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, permintaan daging sapi kian meningkat. Agar tidak gagal panen, salah seorang peternak sapi di Serpong Tangerang Selatan, Tunggal, melakukan perawatan ekstra pada sapi peliharaannya, termasuk pada sapi Limousine yang memiliki harga jual yang fantastis.
Kepada besttangsel, Tunggal menceritakan tentang pengalamannya dalam beternak sapi. Menurut tunggal, menjadi peternak sapi bukanlah hal mudah. Agar tetap sehat seorang peternak sapi harus tahu kapan sapi-sapi tersebut diberikan vaksin atau suntikan.
Untuk masalah vaksin, Tunggal selalu mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Perternakan kota Tangerang Selatan. “Untuk perawatan, berupa obat-obatan, kami mendapatkannya secara cuma-cuma dari Dinas Pertanian dan Peternakan Tangsel. Bahkan kami juga sering mendapat tambahan ilmu dan wawasan berupa sosialisasi bagi peternak,” ungkap Tunggal.
Selain harus paham benar tentang perawatan sapi, beternak sapi membutuhkan modal yang tidak sedikit. Menurut Tunggal, selain lahan yang harus luas, modal material pun patut diperhitungkan. “Untuk membuat kandang sapi permanen membutuhkan biaya lebih kurang sebesar Rp 300 juta. Sementara untuk membeli anakan sapi sebanyak 20 ekor dibutuhkan modal lebih kurang Rp 200 juta. Total modal awal Rp 500 juta, sementara biaya perawatan termasuk makanan sapi per bulan bisa mencapai Rp 22 juta,” jelas Tunggal. Namun Tunggal tidak memungkiri bahwa keuntungan yang bisa diraup peternak sapi, juga tergolong menggiurkan, apalagi jika sapi yang dikembangkannya adalah jenis sapi limousine.
“Harga jual sapi limousine bisa mencapai Rp 45 juta per ekor, untuk berat 1 ton. Minimal sapi limousine memiliki berat 500 kilogram, dengan harga jual Rp 27 juta per ekor,” ujar Tunggal yang hanya menjual sapi-sapinya 2 kali dalam setahun.
“Saya jual hanya saat Idul Fitri dan Idul Adha saja, tetapi kami tetap melayani pembeli yang datang langsung ke peternakan kami di Serpong ini”, ucap Tunggal yang saat ini telah memiliki 4 orang kru yang membantunya.
“Kru atau karyawan sangat dibutuhkan untuk merawat dan memandikan sapi-sapi tersebut. Dalam sehari sapi dua kali kami mandikan, begitu juga dengan kebersihan kandang. Kebersihan kandang harus diperhatikan agar sapi tidak terkena penyakit, khususnya cacing hati. Bahkan untuk menjaga agar kaki sapi tidak lecet, setiap lantai kandang harus dilapisi karpet kulit atau plastik yang sangat lembut,” tandas Tunggal.
Ashri

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.