BESTTANGSEL, Tangerang – Startup adalah perusahaan baru yang menerapkan inovasi dan teknologi digital. Perkembangan teknologi informasi di Indonesia berpengaruh pada dunia bisnis. Ditandai dengan pertumbuhan startup yang semakin meningkat. Artinya peluang bisnis di Indonesia cukup menjanjikan. Startup menjadi ide bisnis baru untuk perkembangan dunia industri digital. Memanfaatkan peluang ini, https://dqlab.id/  mengadakan live session tentang kompetensi untuk bangun startup di era digital. Materi ini akan dikupas tuntas oleh Octa Ramayana sebagai Head of Program Skystar Ventures dan Wahyu Herlambang selaku Senior Data Analyst serta member https://dqlab.id/ . Acara ini dilaksanakan secara daring, pada Selasa, 4 Januari 2022.

Acara kali ini diawali dengan pembahasan kondisi bisnis pada saat pandemi. Menurut Octa, ekonomi digital di Indonesia sedang bagus-bagusnya. Keadaan pandemi ini, membuat orang-orang terpaksa harus melek digital. Hampir semua pekerjaan harus dilakukan melalui gadget atau berbasis online. Sehingga ada peningkatan, terutama di sektor e-commerce, health dan education. Bahkan banyak investasi yang masuk ke dalam startup, hal itu dianggap sebagai trend saat ini. Sedangkan menurut Wahyu, kondisi bisnis pada saat pandemi ini, harus dimanfaatkan untuk mengembangkan sistem digital. Ada beberapa sektor yang bisa berkembang di masa depan, seperti otomotif, restoran, healthy, bank dan lain-lain. Sebagai contoh, untuk menghadapi era digital, perbankan harus berinovasi untuk membuat pelayanan rekening online agar memudahkan penggunanya dalam membuat rekening dari rumah saja.

“Di masa pandemi ini, orang jadi sering nonton film. Apalagi muncul drama tentang startup, menjadi hal baru yang menyegarkan. Hal itu membuat orang-orang aware terhadap startup,” ujar Octa.

Sempat disinggung sebelumnya, trend bisnis startup bisa dilihat dari masuknya nilai investor atau pemanfaatan keadaan untuk berinovasi. Octa berpendapat, bidang logistik akan menjadi trend bisnis karena dengan semakin meningkatnya pembelian online ditambah mudahnya transaksi secara online, maka dibutuhkan banyak ekosistem seputar e-commerce. Selain itu, ada bidang lain seperti edukasi dan media online. Jadi dapat disimpulkan yang akan menjadi trend bisnis di masa depan adalah semua bisnis yang berbasis online, karena mudah diakses.

Melanjutkan pembahasan tentang trend, kali ini Wahyu berpendapat trend bisnis bisa dilihat dari kebutuhan customer itu sendiri. Selain bidang startup yang sudah disebutkan Wahyu tadi, ia menambahkan industri travel. Baginya di masa depan banyak orang yang sudah jenuh dengan pandemi, sehingga membutuhkan liburan. Bahkan sekarang, dilihat dari transaksi, order dan booking, sudah naik 50 persen dibanding awal pandemi. Peluang itu harus dimanfaatkan industri travel untuk berinovasi demi memenuhi keinginan customer.

“Mix antara potensi keuntungan dan kebutuhan customer itu yang menjadi dasar untuk membangun startup,” ucap Wahyu.

Dibutuhkan fondasi sebagai awal mula membangun startup, menurut Octa berawal dari golnya atau ingin buat startup apa terlebih dahulu. Setelah itu mencari orang-orang yang memiliki visi yang sama, karena dibutuhkan kerjasama dalam membangun startup. Dalam startup dibutuhkan hipster, hustler dan hacker. Hipster adalah orang dengan kemampuan desain atau terus berinovasi dengan produk, sementara hustler adalah orang yang memiliki kemampuan pemasaran atau bisnis, dan hacker adalah orang berkemampuan pemrograman. Artinya, dalam membangun startup dibutuhkan beberapa orang dengan kemampuan berbeda yang memiliki satu visi yang sama, memiliki mental yang tidak mudah patah semangat, konsisten dan mau belajar, serta terbuka dengan masukan.

“Membangun startup itu tidak gampang, dapat dilihat banyak startup yang muncul dan hilang. Terkadang banyak orang yang bergerak berdasarkan asumsi, hal itu membuat gagalnya sebuah startup. Sehingga diperlukan pengetahuan data sebagai validasi,” kata Octa.

Menyambung pendapat Octa tadi, Wahyu menambahkan skill yang dibutuhkan untuk membangun startup. Dari segi soft skill adalah pemahaman bisnis, problem solving, rasa ingin tahu, growth mindset dan decision analysis. Sedangkan dari segi hard skill yang perlu dikuasai adalah big data analytics engineer framework, statistik dan kemampuan dalam penelitian operasional.

“Praktisi data diperlukan sejak awal kita merumuskan masalah untuk membangun startup,” ungkap Wahyu.

Sebelum menutup live session, Octa dan Wahyu memberikan tips untuk membangun startup dari sisi masing-masing. Tips dari Octa adalah memiliki planning, tidak takut mencoba dan selalu belajar dari kesalahan. Sementara tips dari Wahyu adalah belajar data, fokus dengan goals yang ingin dicapai dan praktekkan.

Saat pandemi, pertumbuhan startup naik daun. Sudah banyak aktivitas yang dilakukan secara online, termasuk dalam bisnis. Ini merupakan peluang untuk membangun bisnis berbasis online. Agar tidak hanya membangun startup dengan asumsi, maulai dengan belajar data di https://dqlab.id/ (red/rlls)

Leave a Reply