BESTTANGSEL.COM, BOGOR – Kisruh defisit di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sepertinya akan terus terjadi jika tidak segera diatasi. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyarankan pemerintah untuk melakukan penataan ulang terkait pelaksanaan BPJS Kesehatan.

“Ada 3 langkah yang harusnya diambil pemerintah dalam mengatasi defisit BPJS Kesehatan. Pertama adalah dengan menutup segera semua defisit. Kedua, siapkan dana talangan sambil memperbaiki struktur iuran, tata laksana pelayanan yang sesuai standar, dan memperbaiki tata laksana BPJS Kesehatan. Yang ke-3 menata sistem kesehatan nasional daerah yang baik, di antaranya harus terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Sosial (Jamsos) lainnya, serta sistem lain yang mempengaruhi derajat kesehatan,” tutur Dr. Zainal Abidin, Anggota DJSN, saat menggelar Media Gathering di Kawasan Puncak Bogor, Selasa (26/3/2019).

Lebih lanjut Zainal mengatakan, “Selama ini ada banyak kerancuan dalam masalah JKN, seperti tumpang tindihnya masalah pembiayaan rumah sakit bagi korban bencana alam yang seharusnya menjadi tanggungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetapi pada kenyataannya pada peristiwa gempa dan tsunami di Lombok, biaya pengobatan korban ditanggungkan ke BPJS Kesehatan.”

(Ki-Ka) : Perwakilan Media-Anang, Anggota DJSN- Zainal Abidin dan Ahmad Ansyori.

Selain menutup segera defisit, mengatur iuran dan tata laksana BPJS Kesehatan, menurut Zainal, perbaikan fungsi unit kesehatan masyarakat yakni Puskesmas juga sangat penting dilakukan.

“Selama ini Puskesmas hanya berfungsi sebagai balai pengobatan masyarakat, padahal sebagai pusat kesehatan masyarakat harusnya Puskesmas bisa mengayomi masyarakat untuk hidup lebih sehat, misalnya dengan menggerakkan masyarakat untuk memperbaiki lingkungan, berolahraga, bagaimana menjaga kesehatan dan lain sebagainya. Sebab, jika masyarakat hidup sehat bisa mengurangi tanggungan biaya pengobatan,” ungkap Zainal.

Zainal dan anggota DJSN lainnya berharap pemerintah bisa mengakomodir usulan yang diluncurkan DJSN agar BPJS Kesehatan tidak terus merugi.

Hadir dalam gathering media tersebut, anggota DJSN lainnya, yakni Ahmad Ansyori dan Rudi Prayitno.

 

Asri

Leave a Reply