BESTTANGSEL.COM, PONDOK AREN- Bersinergi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesional (LSP) Retail Indonesia, Skill Development Center (SDC) Banten, atau Lembaga Pengembangan Keahlian, kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan sertifikasi bagi guru. Guru Bidang Studi Digital Marketing menjadi objek uji kompetensi kali ini. Hal tersebut sebagai upaya mendorong tumbuhnya entrepreneur muda di Tangerang Selatan.

“Kegiatan ini bertujuan mencetak tenaga pengajar di bidang digital marketing yang kompeten dan lulus uji sertifikasi. Kita tahu bahwa saat ini sedang hangat-hangatnya masalah UU Cipta Kerja, untuk itu kami menjadikan kegiatan ini sebagai momentum dalam menciptakan job creator atau pencipta lapangan kerja, bukan lagi pencari kerja. Dengan tenaga pengajar yang kompeten di bidang digital marketing maka sangat mungkin dihasilkan entrepreneur atau Wira usaha muda yang juga kompeten,” tutur M. Khozin, Ketua Lembaga Pengembangan Keahlian (SDC) Banten, saat membuka Bimtek dan Sertifikasi Guru Bidang Studi Digital Marketing, di SMKN 2 Tangsel pada hari ini, Senin, (12/10/2020).

M. Khozin, Ketua Lembaga Pengembangan Keahlian (SDC) Banten, (paling kanan).

Dipilihnya bidang studi digital marketing sebagai objek uji kompetensi tentu bukan tanpa alasan. “Kita butuh terobosan untuk menciptakan peluang-peluang usaha baru, apalagi Tangsel telah berkembang menjadi kota bisnis. Untuk itu, kami sangat berharap dengan guru-guru digital marketing yang kompeten akan tercipta pebisnis-pebisnis yang handal,” papar Khozin.

“Selain itu, dengan guru yang kompeten, akan lahir Sumber Daya Manusia (SDM) handal dan berdaya saing. Kalau SDM punya daya saing yang tinggi, maka dia tak perlu khawatir dengan adanya UU Cipta Kerja, karena sudah pasti perusahaan akan mempertahankannya sebagai tenaga kerja dan aset perusahaan,” ungkap Khozin yang berencana akan menggelar kegiatan serupa di wilayah Banten lainnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tangsel, Jayadi M.Kom. “Guru harus dibekali dengan cara mengajar yang benar, sesuai dengan BNSP. Ini adalah sebuah kesempatan bagi guru untuk kelayakan dalam pengajaran,” ujar Jayadi.

Jayadi berharap bimtek dan sertifikasi ini bisa rutin dilakukan. “Ini adalah tahap kedua, sebelumnya kami telah melakukan uji kompetensi untuk guru metodologi. Untuk tahap kedua ini pesertanya ada 25 orang guru dari 15 sekolah baik negeri maupun swasta yang tersebar di kota Tangsel. Hal ini karena guru bidang studi Digital Marketing memang masih terbilang sedikit, selain itu kita pun masih harus tetap mengikuti protokol kesehatan dengan membatasi peserta,” jelas Jayadi.

Menurut Jayadi, setiap tahun ada 10 ribu anak lulus dari sekolah. “Jika mungkin setengah saja dari 10 ribu itu pandai berwirausaha maka hal ini bisa menekan jumlah pencari kerja, untuk itu kini saatnya para guru memberikan dedikasi yang terbaik bagi anak-anak,” imbuh Jayadi.

Bertempat di Aula SMKN 2 Tangerang Selatan, Pusat Pengembangan Keahlian atau Skill Development Center (SDC) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Retail Indonesia, menyelenggarakan bimtek dan Sertifikasi bagi para guru digital marketing. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa, (12-13/10), diikuti oleh 25 peserta dan mengikuti protokol kesehatan covid-19. (As)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.