BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Program Revitalisasi Bahasa Daerah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada bulan Februari 2022 yang dikemas dalam Merdeka Belajar episode 17.

Dengan adanya program tersebut, Kemendikbudristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa senantiasa berupaya meluncurkan program-program Revitalisasi Bahasa Daerah, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Duta Bahasa DKI Jakarta sebagai mitra dan perwakilan generasi muda.

DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia dikenal sebagai kawasan kuali peleburan (melting pot). Beragam bahasa dan budaya hadir di kota ini sebagai hasil pernikahan lintas suku bangsa dan masuknya berbagai pengaruh asing. Namun, hal itu kurang diimbangi dengan wadah yang memadai bagi generasi muda DKI Jakarta untuk mengekspresikan keragaman bahasa dan budaya asal mereka.

Berawal dari kesadaran terkait minimnya ruang publik bagi generasi muda DKI Jakarta dalam berekspresi dan belajar bahasa daerah, Duta Bahasa DKI Jakarta menghadirkan sebuah inovasi bernama “Kedai Kopi Multilingual”. Program ini hadir di berbagai kedai kopi di lima daerah administratif DKI Jakarta. Bahasa daerah akan digunakan dalam proses pelayanan dan pemesanan makanan dan minuman di kedai-kedai kopi tersebut.

“Pembeli yang datang akan ditanya kesediaannya untuk memesan menggunakan bahasa daerah. Apabila berkenan, proses pemesanan akan menggunakan bahasa daerah pilihan di kedai kopi tersebut. Tim kami telah menyediakan petunjuk pemesanan dalam bahasa daerah,” terang Daffa Aqilah, Duta Bahasa DKI Jakarta 2022, pada peluncuran Kedai Kopi Multilingual pada, Minggu, (25/99).

Pada tahap pertama, program Kedai Kopi Multilingual dilaksanakan selama satu pekan pada tanggal 25 September sampai dengan 1 Oktober 2022 dengan menggandeng dua kedai kopi, yakni Kedai Kopiluvium (Jakarta Utara) dan Kedai Kopi Iro (Jakarta Selatan). Turut hadir di acara peluncuran, Kepala Cabang Kedai Kopiluvium Warakas, Alif Fahrezi. Menurutnya, program Kedai Kopi Multilingual menjadi sebuah gebrakan yang sangat bermanfaat, khususnya bagi para perantau di kawasan Jakarta Utara.

“Pelanggan yang datang ke kedai kami berasal dari berbagai daerah Indonesia. Suatu hal yang menarik ketika kami bisa melayani pelanggan menggunakan bahasa daerah mereka berasal,” ungkap Alif Fahrezi.

Guna mewujudkan pelayanan yang juga ramah bagi teman tuli, kegiatan peluncuran Kedai Kopi Multilingual turut diwarnai dengan aksi belajar bahasa isyarat dasar bersama para pengunjung.

“Sebagai bentuk inklusivitas, kami juga mengadakan sosialisasi Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Kami percaya bahwa penggunaan bahasa untuk berkomunikasi harus bersifat inklusif. Sejauh ini, antusiasme pengunjung untuk belajar bahasa Isyarat sangat tinggi,” tutup Akbar Renaldy, Ketua Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta.

Tentang Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta

Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta merupakan mitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek RI. Ikatan Duta Bahasa DKI terdiri atas generasi muda yang telah menempuh seleksi dan pelatihan demi mewujudkan kepedulian terhadap pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia serta pelestarian bahasa daerah. Berbagai program telah dilaksanakan untuk menyampaikan informasi kebahasaan dan kesastraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

(red/rlls)

Leave a Reply