BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan- Perilaku sebagian politikus di negeri ini semakin hari kian mencengangkan. Bagaimana tidak, terseretnya sejumlah tokoh politik dalam berbagai kasus korupsi padahal selama ini dipercaya sebagai sosok yang jujur, cerdas, alim dan santun, telah membalikkan anggapan positif tentang kredibilitas para politikus.

Ada semacam kredo yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa dunia politik itu sarat dengan tukar-menukar jasa, atau dalam bahasa perniagaan disebut sebagai proses transaksional.

Artinya, ada tukar-menukar jasa dan barang yang terjadi antara para politikus dengan konstituen yang diwakili maupun dengan partai politik.

Dengan demikian, semakin banyaknya politikus yang terjerembab dalam skandal korupsi, menunjukkan kepada publik akan praktik politik transaksional tersebut.

Ini sekilas paparan dari salah satu Bakal Cawakot Tangerang Selatan, Ade Irawan saat diskusi Ngopi Sewarung bersama Mr. Tens dari Tangsel Club (TC) dengan tema “Politik Tranksaksional VS Politik Jalan Lurus” di Resto Bupe Cilenggang, Jumat (11/10-2019).

Lalu, bagaimana sikap kita seharusnya dalam menghadapi dunia politik yang semakin cenderung membabi buta dan menghalalkan segala cara ?

“Bagi saya berpolitik seperti itu suatu pelanggaran, Politik kotor namanya. Hal itu tidak akan saya lakukan, kita berusaha untuk menjadi orang yang berikhtiar di Politik jalan lurus yang masih beradab, memiliki etika dan sopan santun dalam penyampaian pesan-pesan yang positif kepada masyarakat, itu yang akan saya bangun dan tidak akan saya bangun pesan-pesan negatif kepada masyarakat,” kata Kolonel (Sus) Beben Nurfadila yang ikut bertarung di Pilkada Kota Tangsel.

Niat baik dari para kandidat menjadi hal penting, komitmen dari kandidat juga hal penting dan mengatakan politik transaksional adalah nista juga penting, bahwa ini telah menciderai demokrasi, membodohi masyarakat dan melanggar nilai-nilai agama, kalau kita mau mendapatkan atau punya niat baik untuk memperbaiki sebuah daerah dan mendapatkan dengan cara yang tidak benar “non sen” itu bisa dilakukan.

Acara diskusi yang seharusnya dihadiri 4 orang bakal calon Walikota Tangerang Selatan yakni Kolonel (Sus) Beben Nurfadila, Ade Irawan, M. Reza (AO) dan Hj. Rita Juwita.

“Dan yang berkomitmen hadir hanya 2 kandidat, yang lain tidak dapat hadir karena ada kesibukan lain,” kata Mr. Ten kepada media ini. (*)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.