Berbicara soal kulineran khas Sumatra, Padang khususnya Minangkabau, yang terbesit di fikiran kita sudah pasti rendang yang menjadi makanan juaranya. Salah satunya adalah Tania Ismir, wanita kelahiran Pangkal Pinang 1972 yang saat ini menjadi sorotan karna bidang usahanya yaitu memproduksi rending kaleng di bilangan BSD, Tangerang Selatan.

Tania yang memiliki hobi travelling dan memasak ini merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Ia memproduksi rendang kemasan kaleng dalam bentuk frozen dari tahun …. Bermula dari usahanya membuat sebuah catering lalu beralih ke makanan dalam kemasan, kemudianpada saat Ia melakukanhaji selama 40 hari, dirinya kangen akan sesuatu yang lezat dan berbumbu khas masakan Infonesia.
“Awalnya saya membuka sebuah usaha catering, setelah itu saya mencoba untuk mengembangkan dengan cara memproduksi rendang kemasan kaleng. Pernah pada saat saya melakukan haji selama 40 hari, disitu saya merasa rindu dengan makanan yang berbumbu khas masakan Indonesia. Oleh karena itu saya mencoba untuk beralih menjual rending kemasan dalam bentuk frozen agar bisa dinikmati dimana saja dalam keadaan daging yang sudah matang,” jelas Tania.
Tidak tanggung-tanggung, dengan modal awal sebesar kurang lebih 159 jutaan, Tania mampu mendapatkan omset perbulannya sebesar 20-40 jutaan tiap bulannya dengan dibantu oleh 6 karyawan tetap dan 4 karyawan harian.
Saat ini untuk hasil produksi rendang kemasan kaleng Tania bekerjasama dengan pihak supermarket, agen dan reseller sedangkan untuk frozen food Ia memasarkan ke restaurant dan hotel-hotel. Berbicara mengenai harga tidak perlu khawatir, harga yang ditawarkan cukup terjangkau dari harga 20 ribu hingga 150 ribu per pcs.
“Untuk jenis kaleng kita sudah bekerjasama dengan beberapa pihak supermarket, agen dan reseller, sedangkan untuk yang frozen kita mengirim ke restaurant dan hotel,” katanya.
Dalam melakukan usaha ini terkadang memang ada beberapa kendala seperti perizinan yang menurutnya terlalu kompleks dan masa berlaku izin yang terlalu cepat dan terkesan sebentar, serta kendala dibahan baku seperi harga daging yang terkadang menjadi mahal di moment-moment tertentu. Namun dengan demikian, adanya kendala tidak menyurutkan tekatnya untuk tetap optimis dan yakin dengan apa yang sedang dijalankannya.
“Intinya dalam menjalankan sebuah usaha kita harus sabar, tetap berusaha dan pentang menyerah,” pungkas Tania.
Teks/Editor : Dina Mayasari/Bani Ramadhan
Sumber Foto : Dina Mayasari
