BESTTANGSEL.COM,TANGERANG SELATAN – Sebanyak 100 Kg bahan peledak jenis potasium berhasil diamankan Kepolisian Resor Tangerang Selatan yang didapatkan dari wilayah Pagedangan dan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang serta wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

“Bahan peledak berupa potasium ini ditemukan ditempat sampah dalam karung diwilayah Pagedangan. Karung ini dicurigai akan digunakan untuk bahan baku mercon atau petasan,” ujar Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Fadli Widianto, selasa 19/12/2017.

Menurut Fadli, untuk penemuan diwilayah Pagedangan belum dapat diamankan tersangkanya karena penemuan ini didapat di tempat pembuangan sampah yang sudah ditinggal pemiliknya selama satu minggu.

“Mendapat laporan dari warga ada empat karung barang mencurigakan, yang setelah dibuka ternyata ada bahan peledak potasium dengan masing-masing beratnya 25 kilogram,” katanya.

Sementara kepala satuan reserse kriminal polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander mengatakan selain di Pagedangan, ada pula pembuat petasan yang ditangkap tim Vipers polres Tangerang Selatan di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

“Yang di wilayah Kelapa Dua nama pelakunya Asra alias Oco (39), dari tangan pelaku ini didapati tiga gulung petasan siap jual serta bahan petasan lainnya,” ujarnya.

Alex menambahkan, selain tiga gulung petasan siap jual, polisi juga menyita 12 ikat bahan petasan, 1934 petasan berukuran diameter dua sentimeter dan tinggi empat sentimeter, serta 76 petasan berukuran diameter 4,5 sentimeter dan tinggi 9,5 sentimeter.

Untuk penangkapan diwilayah Ciputat, Timur, tambah Alex, didapati seorang pelaku bernama Udin (45) dengan barang bukti berupa empat gulungan petasan besar, 67 gulungan petasan kecil, lima petasan ukuran besar.

“Di tempat pelaku juga diamankan selongsong petasan sebanyak lima dus, sumbu petasan sebanyak dua ikat, kertas koran untuk gulung sebanyak satu bendel, belerang, Potasium, ron atau wetasium, arang, talenan kayu, palu, alat untuk mencetak petasan serta saringan,” katanya.

Kedua pelaku dan semua barang bukti, lanjut Alex diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut, untuk barang bukti potasium langsung segera di musnahkan agar tidak terjadi hal- hal yang diinginkan.

“Petasan ini biasanya dipesan kalau ada hajatan, dan menjelang natal dan tahun baru ini juga marak diperjualbelikan, kurang lebih ada 100 kilogram potasium. Untuk kedua pelaku dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman sampai dengam seumur hidup,” tambahnya.

BR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.