TANGERANG SELATAN – Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak bagi peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan pada semester gasal tahun akademik 2025/2026.
Kegiatan PKM ini mengusung tema kolaborasi dosen, guru, dan komunitas sekolah dalam menggagas ekosistem pembelajaran mendalam (deep learning) melalui kerangka kerja 8-3-3-4. Program dipimpin oleh Ruli Hardi, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan mahasiswa UNPAM, Aras Ickhsan Ginting dan Zahra Cahya Assyifa.
Menurut Ruli Hardi, program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru untuk menyelaraskan pembelajaran akademik dengan penguatan karakter peserta didik secara terukur dan berkelanjutan.
“Pendidikan tidak boleh berhenti pada transfer informasi semata. Yang dibutuhkan adalah ekosistem pembelajaran reflektif, di mana guru, siswa, dan komunitas sekolah saling bersinergi,” ujarnya, pada Rabu, (14/01).
Kerangka kerja 8-3-3-4 yang diperkenalkan menjadi pendekatan utama dalam kegiatan ini. Angka 8 merujuk pada delapan dimensi Profil Lulusan. Angka 3 pertama mencakup prinsip pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Angka 3 berikutnya menggambarkan pilar kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sementara angka 4 merupakan kerangka operasional yang meliputi pedagogi, kemitraan, lingkungan belajar, serta pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan yang dilaksanakan secara partisipatif ini diikuti oleh sekitar 30 tenaga pendidik dari berbagai bidang studi di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi konseptual, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi studi kasus serta perancangan desain instruksional untuk kegiatan kokurikuler berbasis pembelajaran mendalam.
Pendekatan ini juga dikuatkan dengan landasan nilai spiritual, sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Mujādilah ayat 11, yang menegaskan keutamaan ilmu dan peran pendidik dalam membangun peradaban. Nilai tersebut menjadi motivasi bagi para guru untuk memaknai peran pengembangan kokurikuler sebagai bentuk pengabdian.
Hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan pola pikir guru. Para peserta dinilai mampu menyusun modul kokurikuler yang lebih terstruktur, mengintegrasikan teknologi digital sebagai sarana refleksi pembelajaran, serta membangun komunikasi yang lebih efektif dengan orang tua dan komunitas sekolah.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program ini juga menghasilkan luaran berupa Modul Panduan Pengembangan Program Kokurikuler Berbasis Deep Learning yang akan menjadi acuan bagi sekolah. Tim PKM UNPAM juga tengah menyiapkan artikel ilmiah populer untuk diseminasi nasional agar model 8-3-3-4 dapat diadaptasi oleh satuan pendidikan lain di Indonesia.
Program ini menegaskan komitmen Universitas Pamulang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, SMAN 1 Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat menjadi pionir penerapan pembelajaran mendalam yang melahirkan lulusan berkarakter kuat, bernalar kritis, dan memiliki empati sosial tinggi.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut demi mendorong inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman di era digital.
(Penulis: Ruli Hardi, S.Pd., M.Pd. Dosen Universitas Pamulang)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.