BESTTANGSEL.COM, NTB – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memberikan bantuan kepada para korban bencana gempa di Dusun Montong Sager, Desa Taman Sari dan Desa Jeringo, Kec. Gunung Sari, Kab. Lombok Barat, Sabtu (25/08). Bantuan yang diberikan berupa 1 ton beras varietas Sidenuk, 500 pax makanan siap saji yang telah diawetkan dengan menggunakan teknologi radiasi, sejumlah produk bank jaringan yang bermanfaat di dunia kesehatan sebagai penutup luka, dan sejumlah dana dari anggota Korpri di BATAN.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian BATAN terhadap korban bencana gempa. “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian BATAN dan karyawannya terhadap musibah yang dialami rekan-rekan di Lombok,” kata Djarot.

Lombok telah diguncang gempa bumi beberapa kali dalam sebulan ini yang puncaknya pada tanggal 5 agustus 2018 hingga mencapai 7.0 SR, mengakibatkan kerusakan berat pada pemukiman penduduk dan infrstruktur lainnya. Mayoritas penduduk yang terdampak gempa tidak mempunyai tempat tinggal lagi dan meraka hidup di tenda-tenda darurat pengungsian.

Melihat kondisi ini, menurut Djarot, pihaknya dengan seluruh karyawannya merasa terpanggil untuk turut serta meringankan beban penderitaan masyarakat Lombok. “Selain alasan kemanusiaan kegiatan pemberian bantun ini juga merupakan salah satu bentuk sosialisasi BATAN dalam pemanfaatan teknologi nuklir kepada masyarakat. Teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, salah satunya adalah pengawetan makanan yang cocok untuk daerah yang mengalami kedaruratan atau bencana,” tambahnya.

Ketiga jenis bantuan tersebut merupakan produk litbang BATAN yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Beras sidenuk merupakan salah satu varietas padi hasil penelitian BATAN di bidang pertanian dengan menggunakan teknologi nuklir. Beras tersebut didatangkan dari mitra Agro Tekno Park BATAN di Kabupaten Klaten. Makanan siap saji berupa semur daging dan pepes ikan yang telah diawetkan di Iradiator Gamma Merah Putih dengan menggunakan teknologi radiasi, dan produk bank jaringan yang sangat bermanfaat untuk menutup luka pada bagian tubuh manusia. Selain dalam bentuk produk litbang, bantuan juga diberikan dalam bentuk sejumlah uang yang merupakan bentuk kepedulian dari seluruh anggota Korpri di BATAN.

Selain itu, menurut Djarot, pihaknya sedang mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir untuk melihat kondisi infrastruktur yang terdampak gempa. “Kita sedang mempertimbangkan pemanfaatan teknologi uji tak rusak untuk mengetahui apakah infrastruktur seperti gedung, jembatan dan lain-lain, msih cukup layak atau harus dimodifikasi baik untuk meminimalisir dampak gempa atau juga pasca gempa,” lanjutnya.

Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat terdampak gempa melalui Universitas Mataram (Unram) sebagai mitra perguruan tinggi dari BATAN.

Wakil rektor I Universitas Mataram, Lalu Wiresapta Karyadi, sebelum menyalurkan bantuan dari BATAN menceritakan kondisi kondisi Unram setelah dilanda gempa. “Kampus Unram juga terdampak gempa. Banyak gedung perkuliahan yang rusak, sehingga kami harus segera memperbaikinya,” ujar Lalu.

Lalu Wiresapta sangat berharap BATAN dengan penguasaan teknologi nuklirnya dapat berperan dalam memulihkan kondisi kota Lombok, seperti dengan uji tak merusaknya dapat dimanfaatkan untuk memastikan kalayakan infrastruktur yang terdampak gempa.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi yang turut serta pada kegiatan pemberian bantuan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BATAN selaku mitra komisi VII yang turut membantu meringankan beban masyarakat Lombok.

“Kami dari komisi VII DPR RI berterima kasih kepada BATAN yang peduli dengan kondis masyarakat Lombok pasca gempa. Sebagai wakil rakyat, saya akan mendorong semua lembaga dan kementerian, khususnya mitra Komisi VII DPR RI untuk turut serta membantu dalam memulihkan kondisi kota Lombok pasca gempa,” kata kurtubi.

Kepala Dusun Montong Sager, Haeri, merasa sangat senang mendapat bantuan dari BATAN. “Saya berterima kasih kepada BATAN yang telah memberikan bantuan kepada warga kami. Dusun Montong Sager dengan jumlah 273 rumah kondisinya rusak parah dan tidak dapat dihuni lagi setelah terkena gempa beberapa kali,” kata Haeri.

Haeri berharap, pemerintah dapat segera membantu mendirikan rumah-rumah penduduk yang sudah tidak layak huni agar masyarakat dapat hidup normal kembali dan trauma terhadap kejadian gempa juga segera pulih.

 

Asri/rlls

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.