BESTTANGSEL.COM, PAMULANG-Pandemi Corona Virrus (Covid-19) di Indonesia dengan kasus positif pertama kali yang dideteksi pada 2 Maret 2020 terus merebak dan menjalar ke seluruh lapisan masyarakat dan daerah. Pemerintah akhirnya harus memutuskan salah satu dari beberapa option seperti total lockdown seperti di Wuhan, China atau semi lockdown. Keputusan pemerintah untuk memberlakukan kebijakan semi lockdown atau dalam istilah Indonesia dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun berdampak pada sendi-sendi kehidupan masyarakat secara luas. Masyarakat seakan terbelenggu dan terisolasi di rumah masing-masing dan melahirkan dampak baru pada sektor sosial,ekonomi, dan psikologi.

Dampak psikologi yang berat dirasakan masyarakat pada umumnya adalah perasaan terkekang karena kebiasaan sebelumnya yang terbiasa bebas keluar rumah kapan pun waktunya. Dengan pemberlakukan PSBB, masyarakat menjadi shock dan merasa unhappy.

Melihat semua aspek terdampak terutama sektor ekonomi, akhirnya pemerintah dengan berat hati mulai memberi kelonggaran dengan mengeluarkan istilah era kebiasan baru (new normal) pada tanggal 1 Juni 2020 yang membolehkan aktivitas kembali dapat dilakukan asal dengan menerapkan protokol kesehatan terutama penerapan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak).

Setelah sekian waktu hidup dalam pembatasan, masyarakat secara serentak tanpa ada yang menggerakkan mulai keluar rumah baik untuk kepentingan kerja, olahraga maupun rekreasi. Hal yang fenomenal dijumpai adalah kegiatan olahraga bersepeda. Di mana-mana, baik kalangan usia remaja dan dewasa pada saat weekend atau hari libur kerja tiba semua “demam bersepeda”. Maka tidak heran apabila Permintaan sepeda dikabarkan melonjak di tengah merebaknya wabah pandemi corona (covid-19). Gejala ini dirasakan oleh sejumlah produsen sepeda lokal di dalam negeri.

Pesepeda atau yang lebih beken disebut “Goweser” yang sering kita lihat di jalanan terutama pada hari libur kerja terdiri dari dua kategori. Yang pertama adalah pesepeda (Goweser) yang memang hobi dan sudah melakukannya sebelum pandemi Covid-19. Kemudian kategori kedua adalah pesepeda (Goweser) baru yang gandrung bersepeda pada saat era kebiasan baru di masa pandemic Covid-19 diberlakukan.

Secara sekilas mungkin orang awam akan sulit membedakan mana yang Goweser kategori pertama dan mana Goweser kedua. Tetapi sebagai praktisi olahraga bersepeda yang sudah bertahun-tahun menjalankan kegiatan tersebut, akan mudah sekali mengenali perbedaan di antara keduanya. Goweser pertama atau pemain lama mempunyai kebiasan atau budaya antara lain ketika bertemu dengan sesama komunitas gowes lainnya akan bertegur sapa dengan membunyikan bel sepeda. Ciri kedua adalah mengenakan pakaian lengkap baik dari jersey, helm, sarung tangan bahkan kacamata. Untuk komunitas biasanya setiap waktu secara periodik sepakat mengganti jersey pada saat hari gowes dilakukan. Kemudian kebiasaan lainnya yang merupakan ciri khas tersendiri adalah menentukan pos perhentian atau rehat dengan mencari warung langganan disesuaikan dengan rute dan tujuan. Misalnya kalau trip-nya ke tempat tujuan A, maka akan “ngepos” di warung jajanan Ibu Wati (misalnya), kemudian apabila akan trip ke tujuan B akan ngepos di warung jajanan Ibu Irma. Dengan kebiasan tersebut tercipta keakraban antara komunitas Goweser dengan pemilik warung bahkan sampai ada atribut komunitas yang dipajang sebagai background warung.

Lain halnya dengan goweser pemain lama, Goweser debutan biasanya ada yang perorangan maupun kelompok terutama yang tinggal di komplek perumahan sangat mudah dikenali. Kalau untuk jersey mungkin agak susah membedakan antara pemain lama dengan debutan, tetapi cara bertegur sapa ketika berpapasan di jalan dengan goweser lain maupun pos perhentian itu yang membuat keduanya berbeda kelas.

Apa pun ciri yang mereka miliki semuanya bertujuan sama, yaitu berolahraga agar sehat sambil rekreasi. Dengan bersepeda secara teratur diharapkan dapat meningkatkan imun sehingga tahan terhadap serangan virus corona (Covid-19) dan penyakit lainnya. Masyarakat boleh ber-euforia trend bersepeda namun sebaiknya tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai lahir kluster baru kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari kalangan Goweser. Salam sehat dan semangat!

Penulis: Harjoyo, S.E., M.M. Dosen Universitas Pamulang dan Praktisi Gowes

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.