BESTTANGSEL.COM – Untuk ketujuh kalinya Yayasan Kalyana Shira kembali menyelenggarakan festival film internasional anak-anak dan remaja, tentunya ini akan menjadi ajang hiburan serta pendidikan yang bagus untuk anak-dan remaja yang hadir dalam frstival itu.
Festival yang diberi nama KidsFfest 2017 ini ditujukan untuk anak-anak dan remaja usia 6 sampai 15 tahun yang akan berlangsung pada tanggal 25 – 28 Maret 2017 di bioskop alternatif CineSpace dan Amphi Theatre di Scientia Square Park (SQP) Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.
Founder Kidffest Indonesia Nia Dinata, dalam jumpa pers di SQP, menjelaskan bahwa film saat ini masih menjadi media ampuh untuk memberikan pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia.
“Kita kembali menggelar festifal ini, karena kita melihat anak-anak kita cukup tinggi kebutuhan menonton film. Jadi kita buat rutin festival ini untuk memberikan pendidikan dan hiburan melalui film, ” paparnya.
Pada penyelengaraan yang ketujuh ini KidsFfest menayangkan 17 film yang berasal dari Indonesia dan mancanegara. Mayoritas film diperoleh dari kerjasama dengan berbagai institusi perwakilan negara asing di Jakarta diantaranya: Belanda, Norwegia, Austria, Jerman, Perancis dan tentunya Indonesia.
“Lima film yang kami kompilasi dalam tajuk “Indonesia Short” merupakan film-film pendek karya sineas Indonesia yang sudah melanglang buana di Internasional film festival namun sangat jarang untuk dapat dinikmati oleh pesrrta nantinya,” paparnya.
Dia juga mengatakan, beberapa film diantaranya yang akan diputar seperti, sepatu baru karya Aditya Ahmad), Onomastika & Ilalang Ingin Hilang Waktu Siang karya Loeloe Hendra, Ayo Main karya Bambang “Ipoenk”, serta Simbiosis karya Wiranata Tanjaya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, KidsFfest juga mengadakan sejumlah rangkaian acara pendukung seperti Storytelling, bincang buku, workshop film “How To Make A Movie”, art and craft wokrshop, green screen experience, open air cinema, celebrity pets, red carpet moments.
“Misi penyelengaraan festival ini untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menonton film anak-anak yang dibuat oleh sineas Indonesia dan mancanegara yang diharapkan akan menginspirasi munculnya diskusi mengenai keragaman budaya,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Summarecon, Soefianto Nagaria, mengaku sangat mendukung penuh festival tersebut. Karena dalam festival itu memperlihatkan betapa berkuakalitasnya anak-anak bangsa dalam membuat sebuah karya film.
“Karya-karya yang ditampilkan di sini sangat mendidik. Makanya kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Kegiatan yang memperlihatkan banyak keragaman budaya kita dan untuk dikonsumsi oleh anak-anak kita, ” pungkasnya.
Teks : ashri
Foto : iyar
