BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia). Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius pada organ vital seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Salah satu komplikasi yang paling ditakuti adalah Kaki Diabetes (Diabetic Foot).
Menurut dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD, MSc, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital BSD, deteksi dini sangat penting agar komplikasi berat seperti amputasi dapat dicegah.
“Kaki diabetes adalah kondisi yang muncul akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah pada penderita diabetes yang tidak terkontrol. Luka kecil bisa berkembang menjadi infeksi berat jika tidak dirawat dengan benar,” jelas dr. Jimmy, kepada para awak media menjelang peringatan Hari Diabetes Sedunia, pada Kamis, (6/11).
Dalam edukasinya, dr. Jimmy menjelaskan sebagai berikut:
Apa Itu Kaki Diabetes?
Kaki diabetes merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan pada kaki akibat komplikasi diabetes. Kondisi ini mencakup infeksi, luka terbuka (ulkus), kerusakan jaringan, hingga perubahan bentuk kaki.
Dua penyebab utama kondisi ini adalah:
1. Neuropati perifer (kerusakan saraf) – Penderita kehilangan sensasi nyeri, panas, atau dingin, sehingga luka kecil sering kali tidak disadari.
2. Penyakit vaskular perifer (kerusakan pembuluh darah) – Aliran darah ke kaki berkurang sehingga proses penyembuhan luka terhambat.
Mengapa Luka di Kaki Diabetes Bisa Berbahaya?
Luka pada kaki diabetes seringkali bermula dari hal sepele, seperti lecet karena sepatu sempit atau menginjak benda tajam. Namun, karena sirkulasi darah buruk dan daya tahan tubuh menurun akibat gula darah tinggi, luka tersebut sulit sembuh dan mudah terinfeksi.
“Gula darah tinggi juga mengganggu fungsi sel darah putih, membuat tubuh sulit melawan bakteri. Akibatnya, infeksi bisa cepat menyebar dan menyebabkan kematian jaringan (nekrosis),” tutur dr. Jimmy. Dia juga menjelaskan bagaimana menangani luka kaki pada penyandang diabetes.
Perawatan dan Penanganan Luka Kaki Diabetes
Perawatan luka kaki diabetes harus dilakukan secara rutin dan disiplin. Tujuannya adalah menghilangkan infeksi, mempercepat penyembuhan, dan mencegah amputasi.
Langkah-langkah penanganan antara lain:
Menjaga kadar gula darah tetap stabil melalui obat, diet, dan gaya hidup sehat.
Membersihkan luka setiap hari dengan cairan steril (NaCl 0,9%) dan menutupnya dengan pembalut luka modern yang menjaga kelembapan.
Menghilangkan jaringan mati (debridement) oleh dokter untuk merangsang pertumbuhan jaringan baru.
Mengurangi tekanan pada luka (offloading) dengan alat bantu, sepatu khusus, atau kruk.
Mengatasi infeksi dengan antibiotik sesuai hasil kultur bakteri.
Langkah Pencegahan Kaki Diabetes
Pencegahan menjadi kunci utama agar luka tidak muncul atau kambuh kembali. dr. Jimmy menyarankan beberapa langkah penting berikut:
*Periksa kondisi kaki setiap hari, termasuk sela-sela jari.
*Jaga kebersihan kaki dengan mencuci dan mengeringkan secara menyeluruh.
*Gunakan alas kaki yang nyaman dan tertutup, jangan bertelanjang kaki.
*Potong kuku dengan hati-hati dan hindari kuku tumbuh ke dalam.
*Kendalikan gula darah melalui pengobatan dan gaya hidup sehat.
*Penderita diabetes disarankan segera memeriksakan diri jika menemukan luka yang tidak membaik dalam 24–48 jam, muncul tanda infeksi seperti bengkak dan nanah, atau jika kaki terasa dingin dan menghitam.
“Penanganan cepat dapat menyelamatkan jaringan kaki bahkan nyawa pasien. Jangan tunggu luka memburuk,” tegas dr. Jimmy.
Konsultasi dengan Spesialis
Untuk mendapatkan penanganan optimal terkait pengelolaan diabetes dan perawatan luka kaki diabetes, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD, MSc, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital BSD. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.