BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-Kasus sengketa lahan seluas 45 hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang sempat menuai keributan antar organisasi massa, kian memanas. PT Tangerang Matra Real Estate mengklaim bahwa lahan yang dieksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memenangkan kelompok Darmawan, adalah lahan yang salah.

“Yang dieksekusi itu jelas bukan tanah kelompok Darmawan. Itu tanah warga, dan sebagian adalah lahan milik PT Tangerang Matra Real Estate. Mereka melakukan eksekusi pada lahan yang salah,” tutur juru bicara PT Tangerang Matra Real Estate Manusun Hasudungan Purba, kepada para awak media, Senin (10/8).

Dia juga memaparkan bagaimana Kelompok Darmawan secara gencar terus melakukan klaim, meski bukti kepemilikan tanah tersebut tidak valid.

Awalnya, kelompok Darmawan mengeklaim 45 hektare lahan di Kecamatan Pinang tepatnya di Kelurahan Cipete dan Kelurahan Kunciran Jaya dengan dasar hak girik.

Lanjut Manusun, “Girik yang diajukan tersebut diduga palsu, dan tidak teregister di kecamatan. Tapi kelompok Darmawan ini tetap melakukan klaim.”

Lalu, kelompok Darmawan kembali mengeklaim dengan SK Karesidenan Banten tahun 1994, namun SK tersebut telah dibatalkan oleh Gubernur.

“Sampai akhirnya pada 8 Agustus 2020, adanya ijin eksekusi dari PN Tangerang berdasarkan gugat menggugat antara Darmawan dengan PT N.V Loa and Co, yang berakhir damai,” ungkapnya.

Perdamaian tersebut berdasarkan  putusan Pengadilan Negeri Tangerang tentang perintah eksekusi lahan seluas 45 hektare di Cipete dan Kunciran Jaya dengan 9 objek sertifikat hak guna bangunan (HGB).

Padahal, menurut Manusun ke-9 HGB tersebut tidak teregister di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai surat BPN bernomor 1937/36.71/VIII/2020 tertanggal 5 Agustus 2020.

“Ada apa dengan PN Tangerang?” tutup Manusun.

(Ast)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.