BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Dosen Universitas Pamulang (UNPAM) bersama para mahasiswa dari Program Studi D-III Sekretari Kembali penyelenggaraan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). PKM yang digelar selama 3 hari 11 sampai dengan 13 Juni 2021, diadakan di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan, Jakarta Barat. Adapun tema PKM kali ini membahas etika dan kode etik peserta didik di sekolah tersebut.

Pengajaran dan pendidikan yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari banyak mengandung nilai nilai yang seyogyanya tidak bisa kita dapatkan dari sumber manapun kecuali dari pelaksanaan pembelajaran itu sendiri. Prilaku para peserta didik ataupun akhlak harus mematuhi koridor yang sesuai  etika dan kode etik yang ada. Untuk itu, pada pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat bersifat edukasi dialog-partisipatif dengan cara menerangkan mengenai pentingnya mempelajari etika dan mematuhi kode etik yang diterapkan di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pendidik Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan yang berlokasi di Jalan Pengukiran IV No. 37A Pekojan Jakarta Barat, yang selama ini telah mengajarkan etika kepada peserta didik. Pengajaran etika dan kode etik di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan menitik beratkan kepada pendidikan akhlak yang terdiri dari akhlak kepada Tuhan, kepada manusia, dan akhlak kepada lingkungan.

Hasil kegiatan ini para peserta didik dijelaskan mengenai etika dan kode etik peserta didik dalam pendidikan Islam. Disamping itu juga menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk mematuhi kode etik yang diterapkan di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan, karena nilai etika sudah seharusnya menjadi tujuan utama dalam sistem pendidikan di Indonesia. Agar peserta didik menjadi bermoral dan beretika.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan Jakarta Barat, Sylvia Hasanah Thorik, S.H., M.H. dalam sambutannya mengatakan bahwa di Yayasan Jame Pekojan telah di terapkan pengajaran etika dan kode etik baik bagi peserta didik, ataupun pendidik itu sendiri dengan menggunakan pendekatan pembentukan akhlakul karimah atau akhlak yang baik sehingga diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para peserta didik, dan diharapkan akan mendatangkan kesuksesan dikemudian hari.

Kehadiran para dosen dalam melaksanakan PKM dalam memberikan materi etika dan kode etik peserta didik di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan memberikan nuansa yang sangat positif bagi para peserta didik, sehingga semuanya tanpa terkecuali memahami dan bisa mempraktek kan pembentukan etikan dan kode etik yang positif.

“Semoga kita semua senantiasa bisa melaksanakan ajaran Baginda Nabi besar Muhammad dalam memberikan suri tauladan yang baik dalam cerminan prilaku kita (akhlak)”, terang Sylvia Hasanah Thorik.

Hari kedua Pendi Ahmad, SH,MH., memberikan sosialisasi materi mengenai etika dan kode etik para peserta didik, kode etik keislaman ataupun akhlak yang diajarkan meliputi kepada 3 aspek sebagai berikut, yang pertama adalah akhlak kepada Allah yang meliputi : beriman kepada Allah, Ta’at, Ikhlas, Tadlaru (merendah) dan Khusu’ Dalam beribadah kepada Allah, Ar-Raja’ (pengharapan) dan Ad-Du’a (permintaan), Husnudzan, Tawakkal, Tasyakkur (berterimakasih) dan Qona’ah (merasa cukup dengan nikmat yang diberikan), Al-Haya’ (rasa malu), Taubat (kembali) dan Istighfar (memohon ampunan).

“Dalam keadaan dosa hendaklah manusia ingat kepada Allah, dan menyesali semua perbuatan yang salah, memohon ampun kepada Allah SWT, serta taubat dengan sebenar-benarnya.
Akhlak kepada sesama manusia yang meliputi asas bahwa manusia tidak boleh merugikan hak-hak orang lain dalam pemenuhan hak-hak pribadinya dan berlaku adil terhadap dirinya sendiri. Adapun bentuk-bentuk akhlak terhadap sesama manusia antara lain: adil, silaturrahmi, mempererat persaudaraan (ukhuwah), lapang dada, rendah hati, dapat dipercaya, baik sangka (Husnudzan), dan yang terakhir akhlak kepada lingkungan Yang dimaksud akhlak terhadap lingkungan adalah tidak merusak lingkungan. Sebaliknya menjaga dan memanfaatkan dengan semestinya lingkungan sekitar baik itu flora (tumbuhan), fauna (hewan), ataupun batu, air, dan sebagainya,” papar Pendi Ahmad.

“Pada dasarnya akhlak yang diajarkan di dalam Al-Qur’an bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Diharapkan para peserta didik bisa menerapkan ke 3 macam akhlak tersebut, terutama jenis akhlak ke 2 yang akan menonjol secara otomatis dalam cerminan prilaku kita sehari hari, yaitu akhlak ke sesama manusia,” tegas Pendi Ahmad.

Pada hari terakhir, peserta PKM melakukan penandatangan Implementation Agreement (IA), penyerahan plakat penghargaan dan sesi foto bersama antara kelompok PKM dengan pihak yayasan dan tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan. Kegiatan PKM ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat mengajarkan tentang etika dan kode etik para peserta didik,

“semoga kegiatan PKM ini juga bisa menjadi jembatan silaturahmi yang insya allah akan mendatangkan keberkahan, panjangnya umur dan melimpahnya rezeki. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ajang mensosialisasikan terhadap pencegahan dan meminimalisir terjadinya penularan Covid-19. Semoga melalui kegiatan ini bisa terjalin hubungan silaturahmi yang baik, sehingga kami bisa kembali bersinergi di masa yang akan datang. Pastikan kita semua menjaga kesehatan, konsumsi makanan yang sehat dan minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dari virus,” tutup Nurhayati. (Red/Ls)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.