BESTTANGSEL.COM, TANGERANG SELATAN – Safar Arroyyan Travelindo (SAT), salah satu travel haji dan umroh ini menggelar kegiatan manasik akbar yang diselenggarakan di Hotel Grand Zuri BSD, Tangerang Selatan, Minggu (9/12/12).
Acara tersebut juga menghadirkan Astrie Feizaty Ivo atau yang akrab disapa Astri Ivo sebagai salah satu brand dari SAT.
Hj. Listifa selaku owner mengatakan, kegiatan manasik haji ini turut dihadiri 500 calon jamaah umroh yang akan diberangkatkan oleh Safar Arroyan pada bulan Desember ini.
“Pemberangkatan calon jemaah umroh ini kita agendakan sebanyak 4 kali dalam bulan Desember ini,” ujar Listifa.
Selain itu Safar Arroyan juga memberangkatkan kedua Hafidz cilik yang salah satunya mengalami disabilitas untuk ibadah umroh bersama keluarganya secara cuma-cuma.
“Kedua hafidz cilik tersebut merupakan jebolan dari perlombaan hafidz di sebuah stasiun televisi,” kata Listifa.
Listifa menambahkan, semangat beribadah yang dimiliki kedua anak ini mengantar mereka untuk melaksanakan ibadah umroh.
“Setiap pembayaran jamaah itu ada sedikit sedekah untuk para hafidz Quran dan orang-orang yang kesulitan oleh karena itu keduanya dapat berangkat ke tanah suci melalui program rutinn SAT yaitu memberangkatkan hafidz Quran dan kaum dhuafa,” papar Listifa.
Disisi lain, Nur Syahwa Syaqila atau akrab disapa Kayla salah satu penyandang disabilitas merasa bahagia karena dapat berangkat umroh bersama keluarganya melalui program SAT.
“Alhamdulillah aku sangat senang bisa berangkat untuk melakukan ibadah umroh bersama keluarga,” ungkap Kayla.
Di umur 9 tahun, Kayla yang memiliki keterbatasan pengelihatan sudah mampu menghafal 30 juz Al Quran berkat bimbingan dari neneknya dan kebiasaannya mendengarkan lantunan ayat Al Quran lewat DVD sejak umur 7 tahun.
“Aku belajarnya dari DVD setiap salat Fardhu, terus aku setor hafalannya ke ayah,” kata Kayla.
Sementara itu, semangat menghafal Al Quran juga dimiliki oleh anak umur 9 tahun lainnya, Kenia Alisyahputri, korban gempa Palu Sulawesi Tengah yang rumahnya hancur terkena tsunami pada akhir September 2018 kemarin.
Kenia sudah belajar menghafal Al Quran sejak umur 6 tahun dengan rutin menyetorkan hafalan ke orangtuanya.
“Waktu pertama setengah halaman, terus satu halaman sehari, tapi lama-lama satu hari lima halaman,” kata Kenia yang kini diasuh di Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah, Bogor, Jawa Barat.
Di sela-sela wawancara, Kayla melantunkan sedikit asmaul husna dengan nada merdu, dirinya tampak menghayati setiap nama-nama agung Allah SWT.
Tidak mau kalah, Kenia juga menunjukkan kemampuannya membaca surat Al Isra dengan lantang dan menjiwai setiap ayatnya.
Kayla dan Kenia akan berangkat umrah bersama kedua orangtuanya pada Desember 2018 ini.
BR

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.