BESTTANGSEL.COM, Tangerang – Memperingati Hari Epilepsi Dunia (World Purple Day) yang jatuh pada tanggal 26 Maret, Siloam Hospitals Lippo Village menggelar Seminar Awam Memperingati Hari Epilepsi dengan tema “Mari Peduli Epilepsi”. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 April 2018 dan diikuti lebih dari 50 peseta ini, juga dibarengi dengan peluncuran “Buku Harian” bagi penyandang epilepsi.

Dalam seminarnya kali ini Siloam menghadirkan pembicara; Spesialis Saraf SHLV, dr. Retno Jayantri Ketaren, SpS; dr. Evlyne E Suryawijaya, M. Biomed, SpS;  dan dr. Anyeliria Sutanto, SpS. Serta, dipandu oleh Spesialis Saraf senior dari SHLV, Dr. dr. Rocksy F.V.Situmeang, Sp.S.

Para dokter spesialis saraf Siloam Hospital Lippo Village, nara sumber seminar peduli Epilepsi SHLV, tampak berkebaya karena bersamaan dengan Hari Kartini.

“Diseluruh dunia diperkirakan terdapat 4-10 penyandang epilepsi per 1.000 penduduk per tahun. Sedangkan di Indonesia dari sekitar 250 juta penduduk diperkirakan terdapat 1,5 – 2,4 juta penyandang epilepsi yang memerlukan pengobatan,” dikatakan dr. Retno Jayantri Ketaren, Sp.S.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa serangan epilepsi dapat berbeda-beda pada setiap kasus karena tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu, selain berupa kejang-kejang serangan epilepsi dapat pula berupa hilang kesadaraan sesaat seperti ‘bengong’, tiba-tiba menjatuhkan atau melempar benda yang dipegang. Hal inilah yang harus dan perlu diketahui baik keluarga terdekat maupun khalayak ramai. Namun demikian, dia juga menyatakan bahwa epilepsi bisa dikendalikan.

“Sebenarnya epilepsi dapat dikontrol dengan minum obat teratur dan kontrol pengobatan yang baik sesuai kondisi perorangan pasien. Penyandang epilepsi juga dapat hidup dan bekerja seperti orang kebanyakan.” tambahnya.

Terkait penyelenggaraan seminar tersebut, dr. Jeffry Oeswadi, MARS, Direktur SHLV, mengungkapkan, “Di masyarakat awam, sebagian dari kita masih belum paham tentang apa itu epilepsi dan bagaimana seharusnya penanganannya, bahkan pasien dan keluarga masih malu dan menutupi bila ada anggota keluarga dengan epilepsi. Seminar ini akan memperlengkapi masyarakat awam  mengenai strategi pengobatan dan memotivasi agar jangan memberi stigma negatif terhadap penyandang epilepsi.”

“Seminar ini ditujukan bagi masyarakat awam, serta pasien dan keluarga dengan epilepsi,  agar mitos yang beredar di masyarakat tentang epilepsi bisa diluruskan. Epilepsi bukan karena hal-hal aneh dan tidak berhubungan dengan kutukan atau apa pun,” ujarnya.

Hadir dalam seminar tersebut, Alexander Mutak, Head of Business Development Division SHLV mengatakan, “Siloam Hospitals Lippo Village sebagai salah satu rumah sakit swasta terkemuka di propinsi Banten, siap melayani pasien dengan epilepsi.”

“Proses penanganan pasien tidak cukup hanya menangani pasien saja, akan tetapi yang paling penting yaitu orang terdekat yang tinggal serumah dengan pasien, seperti orang tua, anak, keluarga terdekat. “Penting karena mereka yang selalu ada bersama penyandang epilepsi setiap hari agar tidak panik setiap kali ada serangan terhadap pasien epilepsi,” pungkasnya.

 

Asri

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.