BESTTANGSEL.COM, PAMULANG- Pandemic Covid-19 adalah Stresor psikososial yang dialami setiap orang. Hal ini dapat memicu stress, cemas serta depresi. Rasa cemas, khawatir, marah bingung, sedih adalah hal yang wajar saat menghadapi Krisis. Meski wajar, stres yang berkelanjutan tentunya bisa berbahaya pada mental kita. Melalui tulisan ini saya mencoba menjabarkan apa itu stres dan bagaimana mengendalikannya.

Proses terjadinya stres dalam otak yaitu adanya “Stresor” merupakan berita berbahaya, mengancam bahkan menakutkan bagi Sebagian orang yang langsung mendengar, melihat dan bahkan mengalami langsung, otak akan mengeluarkan hormone stres “kortisol”.

Lisa Novia,M.Pd, Dosen Universitas Pamulang, Tangsel.

Kortisol menyebabkan efek pada berbagai organ tubuh. Saat stres banyak orang tidak bisa fokus, mudah marah, tidak bisa duduk tenang, sulit tidur, merasa sedih, khawatir, bahkan ada yang menyebabkan selera makan berkurang. Dampak stres pada organ tubuh yaitu bisa memicu berbagai penyakit, misalnya saja Kolesterol, Diabetes Melitus Hipertensi, Jantung, dan stroke.

Kita bisa menghindari semua itu, dengan menguasai diri agar menjadi “Tenang”. Sikap mental kita sangat menentukan Kondisi psikologis kita saat ini. Sikap mental kita terhadap krisis yang terjadi akan menentukan kondisi psikologis kita dan kehidupan kita sehari-hari. Contoh kecil saja, Ketika anak kita tiba-tiba memecahkan gelas, jika sikap reaktif kita muncul, maka kita akan cepat marah, berteriak, bahkan mencubit. Tetapi jika sikap responsif yang muncul, kita akan berusaha menenangkan diri dan melihat situasi dengan seksama. Responsif adalah sikap mental yang dapat kita pilih dalam menghadapi berbagai Krisis Mental.

Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa kita terapkan saat menghadapi Pandemi Covid-19, yaitu:

1. Saat mendengar pemicu yang menghawatirkan. Bernafaslah dalam dan tenang. Sebelum melakukan sesuatu, hitung dahulu untung ruginya (tidak berlebihan) tapi tidak juga menyepelekan.

2. Menilai sesuatu dengan cek fakta dari sumber terpercaya, bukan dari sumber abal-abal, berita hoax, berita kaleng yang justru memicu stres, cemas dan panik.

3. Lakukan aksi sesuai protokol kesehatan, seperti cuci tangan teratur, menggunakan masker, physical distancing, olahraga, makanan yang bergizi, tidur cukup.

4. Refleskikan apa yang sudah kita pikirkan dan lakukan itu. Berpikirlah move on dan tetap jalani hidup.

Sikap mental Responsif akan membuat hidup kita lebih nyaman, tenang, menghemat waktu, uang dan energi.

Ingatlah mutiara kata berikut ini, “HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT”, semoga bermanfaat.

Penulis : Lisa Novia,M.Pd, Dosen Universitas Pamulang, Tangsel.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.