BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Bernhard Arya Wikanardi siswa Studienkolleg Indonesia ini berhasil mendapat beasiswa, untuk mengikuti program studi Kedokteran di salah satu Universitas di Jerman. Bernhard adalah siswa Studienkolleg Indonesia angkatan ke-27.

Beasiswa Bernhard diumumkan saat upacara wisuda siswa-siswi angkatan 27 Studienkolleg Indonesia, di Sekolah Jerman BSD Tangerang Selatan pada, Kamis, 13 Juli 2017. Hadir dalam acara tersebut, Direktur Harian Yayasan Indonesia Jerman (YIJ), Anis Daud, Direktur Studienkolleg Indonesia, Dr. Ekkehard Zeeb, DAAD Jakarta, Frau Gerlach, Kedutaan Besar Jerman, Herr Joerg Kinnen, PASCH Program, Eka Dwi, orang tua siswa dan undangan kehormatan lainnya.

Pada angkatan 27 ini, Studienkolleg Indonesia meluluskan 27 siswa dan siswi. Yang salah satunya adalah Bernhard. “Untuk meraih beasiswa ke Jerman relative sulit, yakni harus bisa mencapai nilai 9 untuk semua mata pelajaran selama dua semester di Studienkolleg. Namun bagi yang ingin melanjutkan sekolah ke Jerman tidak usah khawatir, sebab di Jerman semua bisa sekolah tanpa harus membayar, hanya saja siswa tersebut harus bisa memenuhi biaya hidupnya sendiri selama belajar di Jerman. Berbeda dengan yang mendapatkan beasiswa, tidak hanya sekolah, biaya hidup pun ditanggung oleh pemerintahan Jerman,” tutur Anis Daud, Direktur Harian YIJ.

Anis juga mengatakan bahwa siswa-siswi Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi ke Jerman diharapkan, dapat kembali pulang untuk membangun Indonesia. “Banyak siswa-siswi Indonesia yang berprestasi di Jerman, tapi banyak juga yang tidak kembali karena tergiur gaji yang besar di sana. Padahal, Indonesia sangat membutuhkan mereka,” ujar Anis.

Menurut Anis, industri-industri kecil di Jerman sangat layak untuk ditiru. “Industri kecil adalah kekuatan Jerman, merekalah yang menopang perekonomian Jerman. Diharapkan, pelajar Indonesia bisa mencontoh dan mengambil ilmunya lalu kembangkan di Indonesia, agar negara kita bisa survive seperti Jerman,” ungkap Anis.

Saat ditemui usai wisuda, Bernhard mengatakan alasannya memilih Jerman sebagai tempat melanjutkan studi, “Di Jerman tidak ada istilah kolusi. Orang yang ingin maju dan sukses adalah orang-orang yang belajar dan bekerja keras, hal tersebut sangat sesuai dengan prinsip hidup saya, itu salah satu alasan saya memilih kuliah di Jerman. Alasan lain, ilmu kedokteran Jerman sangat terkenal di dunia, saya berharap saya bisa belajar ilmu-ilmu kedokteran di sana, setelah lulus nanti semoga bisa bermanfaat bagi dunia kesehatan di Indonesia dan dunia.”

Studienkolleg Indonesia adalah satu-satunya di dunia. “Ini adalah berkat kedekatan dan hubungan baik antara Indonesia dan Jerman, Studienkolleg bisa ada di Indonesia, tidak ada di negara lain selain Jerman dan Indonesia. Ini adalah sebuah kesempatan bagi pelajar-pelajar Indonesia yang berkeinginan belajar di Jerman, karena untuk belajar di Jerman, siswa harus belajar dulu selama dua semester di Studienkolleg baik yang di Jerman maupun Indonesia,” ucap Anis yang dengan Yayasan Indonesia Jerman-nya sangat gencar mempromosikan pendidikan ke Jerman.

 

Ashri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.