(Ki-Ka) : Anggota DJSN, Soeprayitno, Plt. Ketua DJSN, Andi Zainal Abidin Dulung, Anggota DJSN, Ahmad Ansyori.

BESTTANGSEL.COM, JAKARTA -Usai dilaporkan pada 26 Desember 2018 lalu, terduga pelaku pelecehan seksual ‘(SAB)’ menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Surat pengunduran diri (SAB) yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo pertanggal 30 Desember 2018, dan direkomendasikan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada 31 Desember 2018 telah mendapat persetujuan resmi Presiden pada tanggal 17 Januari 2019.

“Terkait adanya laporan dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh (SAB) anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS), terhadap ‘RA’ stafnya, pada 26 Desember 2018, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) telah membentuk Tim Panel untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Namun ditengah proses penyelidikan, terduga mengundurkan diri dari jabatannya,” tutur Plt. Ketua DJSN, Andi Zainal Abidin Dulung kepada para awak media di Jakarta, Sabtu (19/01/2019).

Lanjut Andi, “Tim Panel yang dibentuk sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi BPJS. Proses Kerja tim tersebut telah dilakukan dengan memanggil pelapor, terlapor dan para saksi. Hanya saja setelah pengunduran diri (SAB), maka penyelidikan sudah bukan wewenang DJSN lagi. Kami pun mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang secara cepat menandatangani Keppres nomor 12 tahun 2019 terkait pemberhentian pejabat tersebut secara hormat.”

Dengan adanya Surat Keputusan Presiden tersebut, secara otomatis proses Tim Panel dihentikan dan DJSN kembali mengusulkan pada Presiden, untuk membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk mencari pengganti (SAB) atau mengisi kembali jabatan anggota Dewan BPJS Ketenagakerjaan yang kosong.

 

Asri

Leave a Reply