BESTTANGSEL.COM – Pembangunan gedung tiga lantai milik PT. Tansritel, yang rencananya akan dijadikan toko modern Transmart Bintaro, di wilayah Graha Raya, Serpong Utara, disegel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Selasa (14/03/2017).

Penyegelan tersebut dilakukan, lantaran pembangunan gedung tersebut tidak memiliki izin mendirikan Bangunan (IMB).

Anggota PPNS Kota Tangsel, Muksin mengatakan, sebelum disegel dirinya mengaku telah melakukan peneguran terhadap pengelola bangunan tersebut. Sebab dia menilai bangunan tersebut diduga melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2013 sebagai mana diubah menjadi Perda nomor 6 tahun 2015 tentang bangunan dan gedung.

”Disegelnya bangunan ini karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak PT Transritel selaku pemilik gedung yang sedang dibangun, Kami juga telah mengirimkan surat penghentian pembangunan sebanyak dua kali, namun belum direspon juga akhirnya kita tutup paksa hari ini,” terangnya, Kamis (16/03/2017).

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan pada Pol PP Kota Tangsel, Oki Rudianto mengungkapkan, selain melakukan penyegelan pihaknya juga menyita beberapa barang untuk dijadikan barang bukti. Diantara barang yang disita itu yakni dua unit kunci tower crane, panel listrik dan beberapa lembar kwitansi bukti pemebelian material bahan bangunan.

”Untuk tindakkan selanjutnya, kita akan melakukan rapat gelar perkara untuk mempertimbangkan sanksi yang akan diberikan kepada pihak Transritel,” ujarnya.

Oki menyebutkan, rapat gelar perkara tersebut terkait sangsi yang akan diberikan kepada pemilik gedung. Oki bilang saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap keberadaan gedung tersebut.

“Kita harus pertimbangkan dulu, misalnya ada itikad baik atau tidak dari pihak pemilik, pembangunan akan merugikan atau tidak. Karena izin amdalnya saja belum keluar, kita tidak tahu dampak dari adanya pembangunan ini,” paparnya.

 

Teks: iyar

Foto: iyar