(Ki-Ka) : Nara sumber diskusi panel FKP BSN, Muhammad Bascharul Asana – Direktur Utama PT. Manajemen Qolbu Sertifikasi, Eko Novi Ariyanti R.D – Asdep Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Waluyo – Pakar Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

BESTTANGSEL.COM, Serpong- Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik pada layanan pelatihan standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK), Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusbang SDM) SPK menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Layanan Pelatihan Standardisasi di Auditorium Gedung 2 SNSU BSN, Tangerang Selatan pada Kamis (11/9/2025).

FKP ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan adanya pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan layanan publik. Kegiatan ini juga sebagai pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Kepala Pusbang SDM SPK BSN, Arini Widyastuti dalam sambutannya menyampaikan, saat ini BSN melalui Pusbang SDM SPK bertanggung jawab menyelenggarakan berbagai layanan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kompetensi bidang standardisasi, penilaian kesesuaian, dan metrologi di Indonesia.

“Tidak hanya bagi instansi pemerintah dan ASN, layanan tersebut juga diberikan kepada stakeholder secara luas seperti industri, lembaga penilaian kesesuaian, Lembaga pendidikan, dan UKM,” jelas Arini.

Hingga saat ini, Pusbang SDM SPK 158 instruktur pelatihan profesional; 158 jumlah topik pelatihan; dan 10 laboratorium referensi metrologi nasional tertinggi untuk praktek pelatihan. “Sampai dengan Semester I 2025, kami telah memberikan layanan kepada 976 peserta pelatihan,” ungkap Arini.

Untuk menjamin mutu layanan pelatihan, Pusbang SDM SPK menerapkan sistem manajemen terintegrasi. “Pusbang SDM SPK menerapkan beberapa standar yang terintegrasi yaitu SNI ISO 9001, SNI ISO 37001, SNI ISO/IEC 27001, serta SNI ISO 21001 dan SNI ISO 29993:2017,” kata Arini.

FKP kali ini menjadi sarana menghimpun umpan balik dari masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan layanan pelatihan SPK. Selain itu juga untuk menyampaikan informasi terkini mengenai layanan pelatihan SPK, resfreshment SNI ISO 37001, serta sosialisasi layanan pelatihan terbaru yaitu pelatihan bagi SDM seperti auditor dan pengasuh yang terlibat dalam penerapan SNI 9255:2025, Taman Asuh Ramah Anak.

FKP menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Pakar Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Waluyo; Asdep Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Eko Novi Ariyanti; serta Direktur Utama PT. Manajemen Qolbu Sertifikasi, Muhammad Bascharul Asana.

Forum ini menjadi ruang diskusi interaktif antara BSN dan para pengguna layanan pelatihan SPK, seperti Kementerian/Lembaga, lembaga penilaian kesesuaian, organisasi pendidikan, praktisi, perwakilan pelaku usaha, hingga media massa. (red/*)

Leave a Reply