BESTTANGSEL.COM, SERPONG- Baru-baru ini, masyarakat Tangerang dihebohkan dengan penemuan potongan kaki manusia yang diduga milik pasien diabetes yang diamputasi. Kasus ini juga sempat mengisi beberapa halaman berita nasional. Lantas, benarkah pengidap diabetes dapat berujung pada tindakan amputasi?

Dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang berpraktek di Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital BSD Tangerang dalam siaran persnya hari ini, Sabtu, ( 20/03) mengatakan, Pengidap diabetes merupakan golongan yang rentan mengalami amputasi kaki karena berpotensi mengalami penghambatan aliran pembuluh darah, gangguan saraf, maupun infeksi di kaki. Jika tidak ditangani secara tepat, dapat berujung pada amputasi.”

Ada sejumlah kondisi yang membuat pasien diabetes terpaksa mengambil tindakan amputasi, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan aliran darah ke ujung kaki berkurang dan memperlambat penyembuhan jaringan jika terdapat luka. Sumbatan yang besar juga dapat menyebabkan kematian jaringan kaki akibat nutrisi dan oksigen yang tidak tercukupi hingga ke ujung kaki dan membuat kaki menjadi kehitaman. Kondisi yang berat dapat menyebabkan infeksi bahkan kematian jaringan kaki sehingga amputasi menjadi opsi yang dipilih sebagai tindakan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Pencegahan amputasi bagi penyandang diabetes dapat dilakukan dengan deteksi dini melalui pemeriksaan saraf tepi kaki dan skrining penyempitan pembuluh darah di kaki. Seperti umumnya pencegahan komplikasi diabetes, kaki diabetes juga dapat dicegah dengan mengontrol gula darah. Selain itu, munculnya sejumlah luka di area kaki merupakan gejala awal yang perlu diwaspadai oleh penyandang diabetes. Oleh karena itu, konsultasi dan perawatan dengan dokter spesialis perlu dilakukan sebagai upaya preventif tindakan amputasi.

Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital menyediakan Konsultasi Luka Kaki Diabetes yang disertai penilaian kondisi kaki dan luka diabetes, pengecekan gula darah sewaktu, dan konsultasi dengan dokter spesialis seharga Rp 200 ribu. Dipimpin langsung oleh Prof. DR. Dr, Sidartawan Soegondo,Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital juga melayani pasien diabetes secara terintegrasi mulai dari tahap promotif, preventif, diagnosa, terapi hingga rehabilitatif.

Erwin Suyanto selaku Head of Marketing Corporate Eka Hospital menambahkan, “Jika diketahui dan ditangani dengan tepat, tindakan amputasi dapat dicegah. Konsultasi luka kaki diabetes adalah salah satu layanan yang kami hadirkan untuk penanganan yang tepat sehingga tidak berujung pada tindakan amputasi. Kami berharap, Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital dapat menjadi destinasi sekaligus sahabat bagi para penyandang diabetes untuk mengontrol kesehatannya secara berkala.” (rlls/red)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.