BESTTANGSEL.COM, Depok— Program Studi Ilmu Hukum S-1 Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kantor Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada 27–29 Oktober 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Karakter dan Kesadaran Bela Negara untuk Pembangunan Bangsa” dan diikuti oleh jajaran ASN serta organisasi kepemudaan di wilayah tersebut.

Kegiatan PKM ini dipimpin oleh tim dosen UNPAM, di antaranya Turkamun, Hasan Alzagladi, dan Tajudin, sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam menanamkan nilai-nilai penting kewarganegaraan dan bela negara kepada masyarakat.

Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Fondasi Pembentukan Karakter

Dalam kegiatan tersebut, para pemateri menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan bukan hanya sebatas materi pelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi, tetapi merupakan sarana untuk menumbuhkan kecerdasan, keterampilan, dan karakter warga negara sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD NRI 1945.

Mengacu pada pemikiran Graham Murdock (1994), kewarganegaraan memberi ruang bagi seluruh warga negara untuk terlibat dalam struktur sosial, politik, dan budaya sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Hal ini juga selaras dengan UUD NRI 1945 yang menjamin hak asasi manusia sekaligus mewajibkan setiap warga negara untuk menjunjung hukum dan ikut serta dalam upaya bela negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat (3).

Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara pada Generasi Muda

Pemateri mengungkapkan bahwa saat ini tantangan terbesar bangsa adalah menurunnya kesadaran bela negara di kalangan generasi muda akibat derasnya arus budaya asing dan melemahnya pemahaman terhadap nilai Pancasila. Fenomena kenakalan remaja disebut sebagai indikator lunturnya semangat bela negara.

Oleh karena itu, generasi muda memerlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya bela negara melalui pendidikan formal, kegiatan kemasyarakatan, seminar kewarganegaraan, serta pembiasaan perilaku sehari-hari. Generasi muda juga memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan NKRI, memfilter pengaruh negatif globalisasi, dan menegakkan nilai moral bangsa.

Kekuatan moral, idealisme, kreativitas, dan semangat pengabdian generasi muda diharapkan dapat menjadi motor perubahan dan pembangunan bangsa, sebagaimana ditegaskan dalam UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang menempatkan pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan.

Penguatan Nilai Karakter melalui Pendidikan Kewarganegaraan

Kegiatan PKM ini menekankan 15 nilai karakter utama yang dikembangkan dalam pendidikan kewarganegaraan menurut Pusat Kurikulum Kemendiknas (2009), antara lain: Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, TanggungJawab.

Nilai-nilai tersebut menjadi dasar pembentukan generasi muda yang berkarakter kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan global.

Dampak Kegiatan PKM bagi Masyarakat

Melalui kegiatan ini, ASN dan organisasi kepemudaan di Kelurahan Kedaung diharapkan lebih memahami pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter individu dan masyarakat. Pengetahuan yang diberikan juga menjadi bekal untuk meningkatkan kesadaran bela negara di lingkungan kerja dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Pamulang dalam mendukung pembangunan bangsa melalui tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan PKM ini ditutup dengan harapan bahwa pemahaman dan implementasi pendidikan kewarganegaraan akan terus berkembang, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang cerdas, berkarakter, nasionalis, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (red/*)

Leave a Reply