BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan-Sebanyak 65 Dosen Institut Teknologi Indonesia (ITI) dari berbagai Program Studi (Prodi), mengikuti Sertifikasi Kompetensi “Perencanaan dan Disain Media Pembelajaran” yang diselenggarakan Sertifikasi Development Center (SDC) Banten sebagai mitra pemerintah bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Fasilitator Instruktur & Tenaga Kepelatihan (FIT) yang sudah memiliki ijin resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Berlangsung selama 3 hari yakni 21-22 Juli 2020, yang sebelumnya, yakni pada 17 Juli 2020 telah dilakukan bimtek melalui jaringan virtual zoom meeting. Sertifikasi ini merupakan kegiatan perdana di lingkungan Perguruan Tinggi yang dilakukan secara kolektif. Hadir membuka kegiatan tersebut, Rektor Institut Teknologi Indonesia Dr.Ir. Marzan Azis Iskandar, IPU.

Dr.Ir.Dwita Suastiyanti MSi, Wakil Rektor bidang Akademik, Penelitian dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Indonesia, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, “Sudah menjadi sebuah komitmen perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi dan akreditasi institusi maupun akreditasi prodi. Ada persyaratan yang harus dimiliki oleh para dosen, yakni mereka tidak hanya menguasai secara substansi tetapi juga harus menguasai bagaimana menyampaikan materi pembelajaran kepada anak didik.” Selasa (21/7).

Rektor Institut Teknologi Indonesia Dr.Ir. Marzan Azis Iskandar, IPU (kiri), memberikan plakat kepada Ketua SDC Banten M. Khozin.

“Untuk itu, ITI berusaha untuk menjembatani para dosen agar bisa mengikuti sertifikasi kompetensi ini, agar lebih mumpuni dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Dwita menambahkan.

Sementara itu, Ketua SDC Banten, M. Khozin mengatakan bahwa Sertifikasi Kompetensi Metodelogi ini merupakan hal yang patut untuk dimiliki oleh semua dosen. “Sertifikasi metodelogi ini sangat berpengaruh pada capaian atau output yang dihasilkan sebab, bagaimana cara dosen itu mengajar sangat menentukan kualitas anak didiknya.”

Lanjut Khozin, “SDC sebagai mitra pemerintah tidak hanya berkewajiban memberikan pelatihan, tetapi juga menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan mampu bersaing, sehingga bisa menekan jumlah pengangguran di Banten khususnya dari Perguruan Tinggi.”

Penerapan protokol kesehatan yakni wajib memakai masker, menjaga jarak dan penyediaan fasilitas cuci tangan pada kegiatan sertifikasi kompetensi dosen ITI Tangsel, (21-22/7).

“Kita berharap setelah mendapatkan sertifikasi ini para dosen bisa lebih baik lagi dalam melakukan pengajaran, sehingga akan menciptakan SDM-SDM unggul,” imbuh Khozin.

Khozin juga menyampaikan bahwa Sertifikasi Kompetensi hanya berlaku selama 3 tahun, setelah itu harus diperbaharui atau diujikan kembali. “Harus di refresh kembali atau mengikuti sertifikasi lanjutan, agar lebih kompeten.”

Menurut Khozin, hingga pertengahan 2020 ini SDC telah memberikan lebih dari 1000 sertifikasi kompetensi kepada prakerja lulusan SMK sederajat, HRD Manager, dan Guru SMK “Belum lama ini juga kami telah melakukan sertifikasi kompetensi kepada 105 HRD di Tangerang. Target kami hingga tahun depan bisa tersertifikasi 5000 calon tenaga kerja, tenaga kerja juga para pekerja profesional seperti dosen, pustakawan dan lain sebagainya,” ungkap Khozin.

Terkait kerjasama yang telah disepakati antara SDC dan ITI, Khozin mengatakan bahwa selain sertifikasi kompetensi, kerjasama juga dilakukan dalam bidang lain, di antaranya magang mahasiswa dan dosen, riset dengan industri serta program wira usaha. (Ast)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.