Edukasi pentingnya vaksinasi Measles Rubella kepada sejumlah awak media di Tangsel.

BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Dari target 95%, imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hanya tercapai 90,2%. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mendorong Dinas kesehatan (Dinkes) Tangsel mencapai target dengan memperpanjang masa pemberian imunisasi, yang harusnya berakhir 30 September 2017 menjadi 14 Oktober 2017.

Demi suksesnya capaian tersebut, Sabtu 7 Oktober 2017, bertempat di salah satu hotel di BSD Tangsel, Kemenkes dan Dinkes Tangsel melakukan edukasi tentang ganasnya virus Rubella dan pentingnya imunisasi Vaksin MR, kepada sejumlah awak media di Tangsel.

Dr. Prima Yosephine, Kepala Subdit Imunisasi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI menjelaskan, Penyakit Rubella adalah suatu penyakit yang mirip dengan campak yang juga ditularkan melalui saluran pernafasan saat batuk atau bersin. Rubella disebabkan oleh virus, dan bisa menyebabkan cacat fisik kematian.

“Dari tahun 2010 sampai 2015, diperkirakan terdapat 23.164 kasus Campak dan 30.463 kasus Rubella. Jumlah ini diperkirakan masih lebih rendah dibanding angka sebenarnya di lapangan, karena masih banyaknya kasus yang tidak terlaporkan. Lebih dari 150 negara telah melaksanakan imunisasi KR sejak tahun 1970, Indonesia akan mengikuti negara-negara tersebut dalam program imunisasi masal,” tutur Prima.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Suhara Manulang mengakui bahwa masih ada sekitar 4,8% anak-anak dan ibu hamil di Tangsel yang belum terimunisasi vaksin MR.

“Hal ini dikarenakan masih adanya kekhawatiran dari sebagian masyarakat tentang vaksin imunisasi MR. Alasannya sangat beragam, mulai dari masalah halal tidaknya vaksin tersebut, hingga, khawatir tentang bahaya lain yang bisa disebabkan oleh vaksin tersebut,” ungkap Suhara.

Untuk itu, Suhara beserta jajaran Dinkes Tangsel akan memanfaatkan waktu perpanjangan masa imunisasi vaksin MR, dengan melakukan kanvasing dan terjun langsung ke lapangan terutama ke sekolah-sekolah yang siswanya belum terimunisasi.

“Target kami bisa mengimunisasi 1000 anak dalam sehari dengan vaksin MR. Semoga target yang diharapkan bisa tercapai,” pungkas Suhara yang turut diamini oleh Kemenkes dan Universitas Airlangga Malang (UNAIR), dan WHO, serta UNICEF, selaku penyelenggara acara.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.