Perwakilan Pengurus ACE Banten, dan Pengurus ASISI, melakukan foto bersama di lobi Eka Hospitals BSD Tangsel, usai memberikan donasi dari ACE Indonesia.

BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Korban ledakan kompresor AC yang terjadi di Gedung Wisma BCA BSD Tangerang Selatan, pada 31 Mei 2018 lalu, hingga kini masih menjalani perawatan di Eka Hospitals dan Rumah Sakit Jakarta. Untuk meringankan beban para Koran, Assosiasi Chief Engineering Indonesia (ACE INDONESIA) pun memberi bantuan.

Penggalangan dana yang dilakukan oleh ACE Banten, berhasil mengumpulkan uang tunai senilai Rp 12.750.000. “Dana yang terkumpul akan kami serahkan kepada para korban. Adapun dana tersebut merupakan donasi dari  ACE Bali,  ACE Jabar, ACE Sulsel, ACE Sulut, ACE Jateng – DIY , ACE Jatim, ACE Sumbar, ACE Sumut, ACE Bangka Belitung, ACE Kaltim, ACE Kalsel, ACE Pakanbaru, ACE Batam , ACE Kepri, ACE Banten, ACE Lombok, ACE DKI, ACE Sulteng, ASATHI , dan BEA,” tutur Saiful Muslim, Ketua Umum ACE Banten, saat menyerahkan bantuan kepara korban di Eka Hospitals, Sabtu, 9  Juni 2018.

Ketua Umum ACE Banten (tengah), saat menyerahkan bantuan kepada orang tua Asep, korban ledakan yang masih terbaring sakit, disaksikan oleh salah seorang pengurus ASISI (kanan).

Donasi diberikan ke masing-masing korban, di antaranya kepada Zainudin selaku Building Manager Wisma BCA BSD, serta saudara Asep, petugas perawatan dan perbaikan AC di tempat tersebut.

“Kami mengetahui musibah tersebut dari saudara M. Pulung, salah satu anggota IKEI (Ikatan Keluarga Engineer Indonesia). Saat dikomfirmasi, beliau sudah melakukan sidak dan lab forensik para korban di Eka Hospitals. Sayangnya hingga kini kami tidak mengetahui siapa Chief Engineering gedung BCA tersebut,” jelas Saiful.

Lanjut Saiful, “ACE Indonesia selalu mengedepankan “Kerja Nyata Bukan Kerja Kata”. Ini adalah bentuk  kepedulian ACE Indonesia kepada teman seprofesi. Dan kegiatan seperti ini masuk dalam agenda ACE Indonesia, yakni saling support, dan saling bantu.”

Menurut Saiful kecelakaan tersebut merupakan ketentuan Allah, tetapi Saiful menekankan agar teman-teman seprofesinya bisa meningkatkan skill dan kewaspadaannya.

Safety First utamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Kalaulah boleh saya mengambil ungkapan dari guru sekaligus Pembina dan penasehat ACE Manado, yakni saudara Echo Guardiola yang mengatakan “usahakan kita pulang pergi kerja itu masih memakai kendaraan yang sama, artinya kalau kita pergi naik motor atau mobil pulang nya pun harus naik motor atau mobil yang sama, jangan naik mobil ambulance,” ungkap Saiful.

Saiful juga mengatakan bahwa kecelakaan yang umumnya terjadi karena ketidak tahuan atau ketidak mau tahuan. Untuk itu penting sekali sharing dan berbagi pengalaman oleh semua anggota.

“Ace Banten juga sudah bekerja sama dengan ASISI (Assosiasi Refrigerasi dan Tata Udara) yang diketuai oleh saudara Hartomo untuk mengadakan training tentang sistem pendingin. Dalam waktu dekat ACE Banten juga akan mengadakan pendidikan dan pelatihan seputar AC dan Hydrocarbon, bekerjasama dengan PT Pertamina Persero Musicool yang dipandu oleh saudara Dudhi Hamdi,” ujar Saiful menambahkan.

Ikut hadir dalam penyerahan bantuan, mewakili ASISI, Daniel Woworuntu dan Eko menyatakan kesiapannya untuk memberi pelatihan kepada para engineer tentang perawatan AC atau pendingin udara.

“Kecelakaan ini bukanlah yang pertama kali. Hal ini menandakan bahwa pentingnya pengetahuan dan wawasan dalam melakukan perawatan fasilitas gedung, baik itu AC, gas dan lain sebagainya. Untuk itu, kami sebagai lembaga yang sudah diberi kewenangan oleh pemerintah untuk mengadakan pelatihan dan mensertifikasi para engineer atau pekerja yang berkaitan dengan Refrigerasi dan Tata Udara,” ucap Daniel.

Tidak hanya memberikan sumbangan korban ledakan AC, ACE Indonesia juga dengan rutin melakukan berbagai kegiatan sosial seperti santunan yatim dan renovasi mushola di setiap buln Ramadan, serta bantuan bagi korban bencana alam.

 

Asri

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.